Aku bergegas menuruni anak tangga pesawat dengan rambut berantakan tanpa ikat rambut, hanya sebuah jepit mini bertengger di sana. Aku menerobos barisan penumpang yang melangkah menuju lobby. Tanpa sengaja aku menyenggol tangan seorang pria yang memegang sebuah kotak, terjatuh. Jantungku bedegup kencang, takut, kalau-kalau ia yang sedang menatapku dalam-dalam akan memakiku. Aku memarahi diriku, "Bisakah sekali sesekali berjalan lebih anggun? Lebih pelan? Lebih wanita?" Seketika, wajah pucatku berubah ketika mendengar, "Kamu? Kamu mirip wanita yang menulis cerita tentang "Sunset di Kalimantan", iya mirip sekali," sebuah kotak mendarat kembali di tangannya, "Oh, maaf,,, saya hanya penasaran dengan kisah yang pernah saya baca di sebuah blog, namun cerita itu sudah dihapus. Cerita itu sangat menyedihkan ketika,,, " || "Maaf, saya harus lebih dulu,,, " aku memutuskan langkah kami yang hampir senada. Aku bergegas menuju pemeriksa bara...