Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2018

Penumpang yang Bijak dan Dewasa

Waktu itu saya mendapat kabar bahwa pesawat di negara saya jatuh. Butuh waktu yang cukup lama dari kejadian itu, saya menghubungi ibu sekalian menanyakan peristiwa yang sama. “Aku bersedih, aku menangis.” tutur saya pada Ibu. Saat itu Ibu bertanya kembali, “Untuk apa kamu menangis dan bersedih, memangnya ada siapamu di sana?” seolah Ibu menyatakan bahwa garis takdir tak bisa diubah kecuali kuasa Tuhan. “Bukan, aku hanya membayangkan ketika kita pulang ke kota Medan (nama kota di kepulauan Sumatera Utara, Indonesia) kala itu, waktu sudah cukup sore, lalu angin senja cukup kencang di atas sana. Aku memegang tangan Mama dengan keringat dingin,,, pesawat terus berputar-putar di atas sana.” Lalu Ibu menjawab, “Ya, memang menyedihkan, tetapi siapa yang dapat menghindari panggilan kematian?” Sedikit berbagi pengalaman, dulu saya pernah memfoto dari ketinggian sana menggunakan kamera tangan. Dan harus saya akui, itu bukanlah tindakan yang tepat. Berawal dari insfirasi yang muncul di atas...