Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2015

“Akunya Bukan Mahakarya dan Mahakaya, tapi Dikaryai dan Dikayai.”

Aku Punya Cerita Edisi XVIII PUSDA, 14 Juni 2015 Pukul 13.01 “Apapun getir yang akunya rasa, katakan, “Aku pasti bisa!  Akunya bukan mahakarya dan mahakaya, tapi dikaryai dan dikayai.”” #Ro Sahabat baik, hati nurani, selalu mengajariku, katanya, “Segala yang terjadi adalah yang terbaik, jangan pernah kecewa walaupun tidak sesuai dengan apa yang kamu harapkan dan doakan.” Ya, terkadang segala sesuatu tidak harus indah, tidak harus selalu seperti apa yang kita inginkan. Ada baiknya sesuatu tersebut terjadi sesuai dengan keinginan yang lain. Karena yang lain juga punya rasa ingin, mereka juga punya doa, punya harapan. Jadi, sabar saja. Anggap saja sedang menunggu antrian, dan jika akunya tetap pada pertahanan, yakin pasti terwujud juga. Sesungguhnya kemudahan dan kesusahan adalah bunga yang indahnya sama, hanya warnanya berbeda. Tidak ada yang rumit dan tidak ada yang sukar jika dimulai, diusahakan, dan didoakan. Ingat, jangan berdiam diri. Walaupun membutuhkan waktu yang lama, ya...

Siapa Aku yang Hanya Simfoni

Aku Punya Cerita Edisi XVII Jumat, 12 Juni 2015 Pukul 23.45 Saya adalah pembelajar Bahasa Indonesia, namun sesekali saya juga pembelajar Bahasa Inggris pada anak didik saya. Terkadang, saya juga pembelajar matematika dasar pada anak-anak tetangga saya yang ibunya tidak sempat membelajarkan mereka di rumah. Di samping itu, saya juga membimbing mahasiswa dalam penulisan skripsi. Terkadang, hal itu membuat saya tidak habis untuk henti berpikir, “Tujuan utama saya adalah menjadi seorang penulis, pembawa berita di satu antara stasiun televisi, atau mc di sebuah acara penting publik.” Namun, fakta yang saya temui dalam perjalanan hidup saya sangat berbeda dari apa yang saya impikan. Saya malah membiarkan tiga novel saya menggantung, namun hati saya mengatakan semuanya telah selesai saya kerjakan. Di satu sisi, saya membiarkan cerpen dan prosa saya bertaburan, dan naluri saya berkata itu adalah hak milik orang dan saya tidak berhak memeluknya. Siapa saya sebenarnya? Sejuju...