Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2020

Wanita Panutan

Selamat hari lahir, Mama .  Sehat selalu dalam lindungan Tuhan.  "Menjadi orang tua tunggal dalam keluarga bukanlah hal mudah. Namun, aku percaya, Tuhan memperhatikan air mata dan doa seorang janda yang berseru pada-Nya. Aku percaya, Tuhan adalah hakim yang adil." #Ro Aku bersyukur punya Mama yang penuh kasih, selalu sabar menasihati, dan selalu ada kapanpun aku kehilangan rasa percaya diri.  Banyak nasihat yang sering kali membuatku merenung, lalu aku menemukan arah yang semakin jelas. Kata Mama, sebagai anak wanitanya haruslah mandiri, kuat menjejakkan kaki sendiri, harus menjadi suluh yang menerangi, harus bijaksana dalam berpikir untuk mengambil keputusan sebagai ujud wanita berpendidikan, dan yang utama adalah ajak Tuhan turut serta di dalamnya. Meskipun begitu, sebagai seorang anak, rasanya aku tidak pernah cukup dewasa di hadapan Mama, sampai kapanpun aku adalah seorang anak yang tidak cukup usia untuk dikatakan dewasa.  "Sadarilah, sem...

Tuhan, Pulihkanlah

Entahlah, ada rasa sedih yang menyusup di hati ketika mendengar satu persatu tenaga medis dipanggil oleh-Nya. Ya, sebagai manusia yang diciptakan kita tidak punya hak untuk menuntut tidak setuju akan keadaan ini. Ia yang mencipta, Ia yang berhak penuh pada ciptaan-Nya, Ia yang memberi dan Ia pula yang berhak mengambil. Aku pernah trauma terhadap dokter, namun ketika jatuh sakit untuk waktu yang cukup lama, dalam kondisi itu aku menemukan sosok dokter yang sebenarnya. Aku mulai menemukan kembali bahwa di masa itu masih ada dokter yang sungguh melakukan pelayanannya. Begitu pula di masa ini. Dua tahun lebih menjalani pengobatan medis, aku bertemu sekitar dua puluh lebih dokter; umum dan spesialis yang memiliki disiplin ilmu berbeda. Aku yang masa itu dalam kondisi sangat tidak baik, secara perlahan tumbuh semangat untuk pulih oleh keramahan dan dukungan tenaga medis yang merawat. Beberapa kesan dokter yang masih kuingat jelas, yaitu dokter bedah mulut. Ketika itu, rahang ki...