Kuasa Doa Memulihkan Jiwa yang Terluka
Jika seseorang tidak baik padamu, ia sering menyakitimu,
melukai perasaanmu, dan sepertinya ia tidak memiliki kasih; Ro mau kasi tahu
sama kamu,
“Tetaplah berlaku
baik, terlepas dari respon balik apapun darinya. Jika selalu ada hal-hal yang
menghambatimu untuk berbuat baik padanya; artinya ada yang salah dengan hatimu.
Berdoalah untuk hatimu, lepaskan pengampunan, lalu berlakulah baik dan tetap
baik padanya. Kamu, adalah pelaku kebaikan.” - Ro Situmorang
Berdoa di sini, bukan hal satu
atau dua kali berdoa lantas hatimu dapat langsung pulih. Pulihnya hati
bergantung berat ringannya terjangan yang kamu hadapi. Berdoa di sini adalah
tindakan kontinyu, setiap kali kamu teringat akan orang tersebut, setiap kali
rasa sakit mulai merasuki raga dan jiwamu. Berdoa, sampai kamu melihat
perubahan itu sendiri terjadi dalammu, sampai kamu tidak ingat betapa kuat rasa
sakit itu.
Apakah hal ini
gampang?
Tidak. Butuh penyerahan diri
penuh untuk bisa pulih dari kondisi ini. Dan secara pribadi manusia tidak punya
kekuatan untuk melepaskan diri dari belenggunya, namun kekuatan yang dari pada
Tuhanlah yang memberi kesanggupan pada diri kita.
Apakah satu atau dua
bulan bisa pulih?
Belum tentu. Hanya jika, hati
kita telah benar-benar dibersihkan oleh kuasa Tuhan melalui doa, sampai hati
kita murni dalam kesungguhan itu; butuh waktu bertahun bahkan, karena hati
manusia kecenderungan mengingat buruknya peristiwa bukan “mana baiknya”. Untuk
itu, teruslah berdoa.
“Bukan
tentang seberapa dalam dan lebar luka di raga bahkan jiwamu, tetapi tentang
seberapa berani kamu menguji bahwa luka itu sudah sembuh sepenuhnya oleh kuasa
Yesus.”
– Ro Situmorang
Komentar
Posting Komentar