Sajak Untuk Tuhanku
TERANGMU
Rolah Sri Rejeki Situmorang
Rolah Sri Rejeki Situmorang
KasihMu sucikan hatiku, pulihkan jiwaku
KuasaMu bawaku bangkit dari gelap maut
Kekuatan pengampunanku hanya kasih dariMu
Tetap percaya, bersandar pada ketetapanMU
Bapa, beriku hati untuk mengampuni
Reff;
Bapa, selamanya ku kan tetap percaya
Bapa, selamanya ku mau tetap cinta
TerangMu bercahaya
Bersinar dalam hidupku
TerangMu berkuasa
Bentengi jalanku
Selamanya-lamanya ku mau tetap bersama denganMu…
Lirik lagu ini saya
ciptakan ketika saya terjatuh amat dalam, dan hanya Tuhan Yesus tempat
satu-satunya Ro dapat mengadu. Di saat itu, saya merasa bahwa hari-hari sangat
sulit untuk saya jalani. Sebuah kondisi yang sesungguhnya jika saya dapat
memilih untuk tidak, namun saya harus melalui itu walaupun bagi saya sangat
berat. Ketika saya harus menjalani satu hari untuk satu hari, lalu saya
mengucap syukur pada Yesus karena satu hari telah berlalu. Ternyata Yesus masih
beri hari esok lagi, lagi, lagi, sampai saya tidak tahu kapan waktu Yesus untuk
masa dalam hidup saya. Masa ini membawa saya sangat berserah penuh dalam kasih
karuniaNya. Hal yang saya takuti adalah, saya khawatir saya lupa menyebut
namanya di saat jeda-jeda napas saya. Setiap kali serangan itu mendesak dalam
fisik saya, saya selalu menitikkan air mata “Sungguhkah aku sudah layak di
hadapanMu? Ro banyak dosa Tuhan. Saat ini, apakah Ro sudah layak berjumpa denganMu?
Selediki hati Ro, Tuhan, apakah hatiku sungguh telah mengampuni? Apakah Ro
sanggup melihat kebesaranMu?”
Sampai detik ini,
Yeremia 29:11 adalah ayat yang paling saya pegang teguh, bahwa Tuhan sudah
mempunyai rancangan yang pasti dalam hidup saya. Yang artinya, Tuhan sanggup
melakukan perkara ajaib dalam hidup Ro. Ditambah pula, alkitab mencatat “JANGAN
TAKUT” sebanyak 365 kali, yang artinya, setiap hari Ro tidak boleh takut karena
Tuhan telah menjanjikan hari-hari baru, serta kesanggupan untuk melewati hari
demi hari.
Buat kamu yang di luar
sana, jangan patah semangat! Masih ada Yesus yang mengasihi kita, yang rela
mati untuk Ro dan kamu.
Tulisan Ibu kali ini meneduhkan hati ☺
BalasHapusJujur, dulu acap kali saya merasa enggan untuk menjalani hari dan menghadapi realita yang ada. Malahan, saya ingat bahwa terdapat satu titik masa di mana saya pernah
meragukan semua yang ada di dalam kehidupan ini, termasuk keberadaan-Nya.
Namun, entah mengapa Ia tak henti-hentinya menyadarkan bahwa Ia benar ada dalam kehidupan saya lewat orang-orang yang saya jumpai. Dalam diam, Ia berjalan beriringan bersama saya dalam setiap langkah hidup saya tanpa saya sadari kehadiran-Nya. Pada akhirnya, saya memutuskan untuk memasrahkan diri pada kehendak-Nya dan tetap tersenyum dan tegar dalam menjalani hari.
Ah.. omong-omong, terima kasih telah berbagi cerita, Bu! 😄Sedikit banyak, tulisan Ibu kali ini telah memantapkan langkah saya untuk menjalani hidup.
Terima kasih, puji Tuhan,,,
BalasHapusSemangat!