Pencipta yang Ajaib


Teruntuk Jantungku

Bolehkah kau tersenyum sekali saja, ya, sekali saja? Hanya padaku.
Oh jantungku, terima kasih karena selalu menemaniku untuk terus berkreasi. Terima kasih karena masih setia melengkapi. Terima kasih juga untuk serangkaian sahabatmu, yang pada akhirnya berwujud aku. J

Jantungku, maafkan aku belum jua menemukan detak yang sama denganmu. Kuharap kau tak kecewa walau hanya selalu menjadi teman ceritaku. Jantungku, terkadang aku jenuh dan lelah, namun apakah kau juga begitu? Harusnya aku tak bisa mengeluhkan ini, sebab aku tahu selama masa usiaku kau tak pernah berhenti bekerja. Terima kasih selalu bersamaku hingga saat ini dan sampai masa nanti. Terima kasih untuk sang Pencipta yang ajaib. Aku mencintaiMu meskipun tak jarang aku jatuh dan jatuh lagi di dalam dosa kedagingan. Tak peduli apa pun kekurangan dan keburukanku, aku mau menjadi pewarta kasihMu. Terima kasih untuk jantung yang Kau desainkan untukku berserta seluruh sahabat-sahabatnya. Aku mau mencintaiMu selamanya. #Ro

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sunset di Kalimantan

Sekolah Tanpa PR: Efektif atau Mengurangi Disiplin Belajar?

Belajar dari Masa Lalu: Apakah Sejarah Masih Relevan untuk Generasi Masa Sekarang?