Tuhan Bukanlah Sebuah Konsep Pemikiran Manusia
Kepada sabahat milenial yang selalu bertanya, "Apakah Tuhan itu ada?"/"Tuhan hanyalah konsep pemikiran manusia semata."
Aku pun pernah serupa seperti sebagian dari kalian. Bertanya-tanya, "Apakah Tuhan itu sungguh nyata adanya?". Sampai suatu hari, aku kuliah dan mulai mempelajari beberapa agama (ini terlalu panjang jika diceritakan). Namun di balik itu semua, aku tidak memperdebatkan perbedaan yang kutemukan. Ya, itu seumpama mendapat materi atau metode baru dalam lingkup ilmu pengetahuan.
Aku berasal dari keluarga Kristen, tetapi aku hanya tahu sekadarnya saja. Orang tua tidak pernah menekankan secara khusus bahwa iman itu penting, Alkitab harus dibaca, dll, justru lebih mengajarkan untuk hidup disiplin dan bertanggung jawab. Yang saya tahu, Mama rajin berdoa, bahkan di mana saja katanya tidak masalah. Namun, aku tidak paham untuk memahami pada masa itu. Bahkan, sewaktu SD-SMP aku cukup menghindar untuk beribadah.
Suatu waktu sekitar 8-9 tahun silam, aku berjumpa hamba Tuhan, ia menunjuk ke arahku seraya berbicara. Aku heran dan hanya bisa menangis, "Kenapa beliau bisa tahu pikiran dan perasaanku?". Setelahnya, beliau mendoakanku.
Ya, itu adalah permulaan aku merasa hidup baru dan berbeda. Aku baru benar-benar menikmati bahwa, daun adalah benar-benar hijau menyejukkan. Namun, aku tidak pernah berani bercerita bagian ini kepada orang lain sedari dalu, kecuali Mama, dan kali ini.
Setelah didoakan, kehidupanku berubah drastis (menjadi lebih baik). Termasuk aku bisa mencintai perkuliahan yang kutempuh, karena aku sempat kehilangan arah dan pengharapan.
Seorang hamba Tuhan yang lain menyampaikan bahwa, "Kasih setia Tuhan dapat kamu uji, dan mintalah tanda pada Tuhan. Jika kamu mencariNya, Ia dekat denganmu." Ini membingungkan bagiku ketika itu. Namun, sekarang aku mengerti karena kasih karuniaNya. Karena hanya Ia yang bisa menyentuh hati manusia untuk kembali pada jalanNya.
"Tuhan Yesus sungguh ada dan nyata kasihNya. Ujilah, dengan iman percayamu." #Ro ✍🏾
Roma 15:13 (TB) Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.
Aku pun pernah serupa seperti sebagian dari kalian. Bertanya-tanya, "Apakah Tuhan itu sungguh nyata adanya?". Sampai suatu hari, aku kuliah dan mulai mempelajari beberapa agama (ini terlalu panjang jika diceritakan). Namun di balik itu semua, aku tidak memperdebatkan perbedaan yang kutemukan. Ya, itu seumpama mendapat materi atau metode baru dalam lingkup ilmu pengetahuan.
Aku berasal dari keluarga Kristen, tetapi aku hanya tahu sekadarnya saja. Orang tua tidak pernah menekankan secara khusus bahwa iman itu penting, Alkitab harus dibaca, dll, justru lebih mengajarkan untuk hidup disiplin dan bertanggung jawab. Yang saya tahu, Mama rajin berdoa, bahkan di mana saja katanya tidak masalah. Namun, aku tidak paham untuk memahami pada masa itu. Bahkan, sewaktu SD-SMP aku cukup menghindar untuk beribadah.
Suatu waktu sekitar 8-9 tahun silam, aku berjumpa hamba Tuhan, ia menunjuk ke arahku seraya berbicara. Aku heran dan hanya bisa menangis, "Kenapa beliau bisa tahu pikiran dan perasaanku?". Setelahnya, beliau mendoakanku.
Ya, itu adalah permulaan aku merasa hidup baru dan berbeda. Aku baru benar-benar menikmati bahwa, daun adalah benar-benar hijau menyejukkan. Namun, aku tidak pernah berani bercerita bagian ini kepada orang lain sedari dalu, kecuali Mama, dan kali ini.
Setelah didoakan, kehidupanku berubah drastis (menjadi lebih baik). Termasuk aku bisa mencintai perkuliahan yang kutempuh, karena aku sempat kehilangan arah dan pengharapan.
Seorang hamba Tuhan yang lain menyampaikan bahwa, "Kasih setia Tuhan dapat kamu uji, dan mintalah tanda pada Tuhan. Jika kamu mencariNya, Ia dekat denganmu." Ini membingungkan bagiku ketika itu. Namun, sekarang aku mengerti karena kasih karuniaNya. Karena hanya Ia yang bisa menyentuh hati manusia untuk kembali pada jalanNya.
"Tuhan Yesus sungguh ada dan nyata kasihNya. Ujilah, dengan iman percayamu." #Ro ✍🏾
Roma 15:13 (TB) Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.
Komentar
Posting Komentar