Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2019

Pergilah Lebih Awal

Pergi lebih awal adalah pilihan yang tepat. Namun, jika kamu telah terlanjur melewatkan waktumu tanpa apresiasinya, tak mengapa. Kamu masih punya waktu untuk menarik seluruh kopermu dan melanjutkan pertualangan. Faktanya memang begitu, kamu yang terlalu kuat berusaha mempertahankannya malah lebih sering menjadi orang yang paling terluka. Untuk itu, kamu harus menyadari kapan kamu harus menunggu dan kapan kamu harus pergi. Hatimu perlu dijaga kondisinya. Ya, untuk masa ini kamu akan mengatakan sulit. Namun, aku yakin nanti akan tiba waktunya kamu benar-benar sadar bahwa kamu sudah terlalu lama berpaku. Dan pada saat itu, kamu akan berpikir betapa bodohnya kamu masa itu; namun kamu akan merasa bahagia menertawakan dirimu. Aku doakan, kamu yang masih merasa rasanya patah akan segera terobati. Hingga kamu menyadari bahwa cemburu bukanlah hakmu, bukanlah hal yang berarti. – Ro Situmorang

Memberi Kesempatan

Dalam bulan ini, Tuhan mengingatkan saya tentang “memberi kesempatan”. Untuk itu, pada bulan ini pula sebisa mungkin saya meluangkan waktu untuk segala jenis kegiatan yang dapat saya tawarkan jasa tanpa imbalan. Dengan jadwal yang cukup padat, pada akhir bulan saya menemukan kejenuhan. Tidak tahu, intinya ada rasa yang belum beres dalam perlakuan saya. Dan saya tidak menemukan jawabnya. Hari ini, pada tanggal 30 Juli 2019, Tuhan kembali mengingatkan dan mengajari saya hal “kesempatan”. Sungguh, ini adalah tiga hari terakhir di penghujung bulan ini saya merasa ada yang tidak beres bahkan dengan pribadi saya. Dan hari ini, saya menemukan apa yang mencuri damai sejahtera saya, “Saya khawatir akan diri saya sendiri.” Banyak harapan-harapan yang ingin secepatnya saya wujudkan, dan saya merasa sanggup dengan ego saya. Tetapi, hari ini Tuhan tegur saya, “Mengapa jiwamu terlalu resah dan mulai memikirkan jalanmu sendiri? Sudah tidak cukupkah kau libatkanKu dalam hidupmu?” Ya, seperti...

Dia Tidak Mengabaikanmu

Kenapa kamu bersedih? Tidak ada gunanya, Sobat. Apa pun yang terjadi padamu, ingat semua adalah seturut rancanganNya. Jika kamu merasa diabaikan, bersyukurlah akan hal itu. Bahwa pengabaian masa kini adalah bagian dari jawaban perancanganNya. Kamu tidak perlu berusaha mengklarifikasi siapa dirimu. Kamu pun tak perlu marah atas pengabaian yang kamu dapatkan, terlebih sampai sakit hati dan kepahitan. Siapkanlah waktu untuk berdiam diri di hadapan Tuhan. Lakukan saja bagian terbaik yang dapat kamu lakukan. Percayalah, pembelaan Tuhan akan terjadi dalam hidupmu. – Ro Situmorang

Pantaskan Saja Dirimu

Apa kau pernah merasa enggan untuk jatuh cinta? Kata mereka, jatuh cinta sejuta rasanya. Entah bagaimana membayang sejuta rasa yang dimaksud, aku tak pernah alami. Dan aku pernah jatuh cinta namun bukan pada yang juga mencintai. Kau tahu bagaimana rasanya? Bukan hal bagaimana rasanya, tetapi aku bersyukur, aku bisa mengerti bagaimana rasanya jadi mereka yang menyukaiku tetapi aku tidak. Lagi-lagi, cinta itu tidak dapat ditebak maunya. Untuk itu, aku tidak memaksa seseorang menyukaiku kembali. Karena, cinta adalah keikhlasan. Aku pernah berada di fase tak ingin dekat dengan siapapun, ingin sendiri. Tak bisa menerima kehadiran orang baru, apalagi yang nyata-nyata berusaha menarik perhatian dan fokus. Bukan godaannya kurang usaha, namun ada kalanya hati berada pada konteks tak ingin memberi diri untuk dekat, siapapun. Aku pernah memiliki ekspektasi yang tinggi akan cinta. Menyanjungnya seakan aku sangat yakin dapat mewujudkannya. Dulu, aku berpikir aku dapat menyebutnya ...

Masa Peremukan

Menjadi seorang Kristen bukan berarti hidup terlepas dari masalah. Justru masalah adalah "bagian dari" yang menjadikan kita kuat untuk terus melangkah dan mempertahankan iman. Bagi saya, karya Tuhan dalam hidup saya sungguh tak dapat saya bayangkan; sangat luar biasa dan di luar pikiran saya; dahsyat. RancanganNya begitu sempurna. Bukan berarti saya tidak pernah gagal, kehilangan arah, bahkan hilang pengharapan: dan lebih fatal lagi, saya harus keluar masuk rumah sakit akibat depresi berat. Namun, berjalan bersama Tuhan Yesus membuat saya mampu melewati badai dalam zona waktu saya. Pada saat saya merasa detik-detik kehidupan saya akan berakhir, satu hal yang selalu saya ingat, “Tuhan punya rancangan yang indah penuh harapan dalam hidup saya. Apapun yang terjadi dalam hidup saya, saya harus tetap bersamaNya. (Yeremia 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikian firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancan...