Korelasi Antara Tingkat Pendidikan dengan Pengangguran dan Kriminalitas
Pendidikan, pengangguran, dan kriminalitas merupakan tiga isu sosial yang saling terkait dalam lingkungan masyarakat. Dalam masyarakat yang terus berkembang, tingkat pendidikan menjadi salah satu faktor penentu yang sangat penting karena mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk pekerjaan.
Pengangguran dan tingkat kriminalitas adalah salah satu dampak dari rendahnya tingkat pendidikan seseorang. Mereka yang tidak menempuh pendidikan tinggi sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Alasan utamanya adalah ketidaksesuaian kemampuan yang dimiliki dengan kemampuan yang dibutuhkan dalam dunia kerja.
Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan erat antara pendidikan yang rendah dengan tingkat pengangguran yang tinggi, yang pada gilirannya berkontribusi pada meningkatnya angka kriminalitas. Tingkat pengangguran di Indonesia pada tahun 2023 mencapai 5,32% sedangkan jumlah kejadian kriminalitas mencapai 372.965. Angka tersebut menunjukkan bahwa pengangguran dan kriminalitas merupakan masalah sosial yang masih terjadi di Indonesia.
Salah satu penyebab pengangguran dan kriminalitas adalah rendahnya tingkat pendidikan. Hal ini dibuktikan dengan jumlah pengangguran di indonesia berdasarkan tingkat pendidikan pada tahun 2017 cukup tinggi. Jumlah pengangguran pada lulusan jenjang SMP ke bawah mencapai 6.143 orang, jenjang SMA mencapai 8.434 orang, dan perguruan tinggi mencapai 2.34 3 orang. Angka ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan, maka semakin rendah tingkat pengangguran.
Pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kualitas diri dan keterampilan yang relevan dengan dunia kerja. Sayangnya, kualitas pendidikan di Indonesia masih dinilai buruk. Sistem pendidikan di Indonesia menempati urutan ke-67 dari 203 negara di Asia. Selain itu tercatat sekitar 4,1 juta anak-anak dan remaja berusia 7-18 tahun tidak mendapatkan pendidikan.
Tidak hanya itu, penyelesain pendidikan pada jenjang SD mencapai 97,37%, jenjang SMP mencapai 88,88%, dan jenjang SMA hanya 65,94%. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kualitas lulusan yang rendah, kondisi ekonomi yang buruk, distribusi guru yang tidak merata, kesenjangan antara kualitas pendidikan di kota dan daerah, serta kurangnya akses yang memadai.
Rendahnya kualitas tenaga kerja menyebabkan mereka sulit untuk bersaing mendapatkan pekerjaan yang layak. Ketika seseorang tidak memiliki pekerjaan mereka akan sulit memenuhi kebutuhan hidupnya, sehingga hal ini akan mendorong mereka melakukan tindakan kriminal sebagai cara untuk memenuhi kebutuhan hidup. Padahal kriminalitas sangat merugikan, akan tetapi mereka tidak memiliki pilihan lain sehingga mereka semakin terjerumus dalam tindakan ilegal.
Pendidikan yang berkualitas akan menghasilkan tenaga kerja yang berkualitas pula. Contohnya pada negara maju seperti Amerika Serikat, Perancis, Kanada, Inggris dan Jerman memiliki tenaga kerja yang berkualitas dengan indeks HDI yang sangat tinggi yaitu berada di atas 0,9.
Di sisi lain, pendidikan tidak hanya mengembangkan dan meningkatkan keterampilan kerja, tetapi juga membentuk sikap dan kepribadian individu. Pendidikan yang baik menanamkan nilai-nilai positif dan kemampuan berpikir kritis, yang sangat penting dalam membangun masyarakat yang lebih aman dan damai. Oleh karena itu, investasi dalam pendidikan merupakan langkah strategis untuk menekan angka pengangguran dan mengurangi tingkat kriminalitas. Pendidikan bagaikan sumber kehidupan bagi manusia, karena melalui pendidikan manusia dapat bersaing untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Sehingga mampu memenuhi kebutuhan hidup.
Komentar
Posting Komentar