Begadang Demi Scroll Tiktok, Sepele atau Alarm Bahaya?

 

Begadang adalah kebiasaan seseorang yang tetap terjaga hingga larut malam, baik karena kesibukan, tugas, maupun sekedar asik bermain gadget atau bahkan menonton film. Idealnya, manusia membutuhkan waktu tidur sekitar 7–9 jam setiap malam untuk menjaga kesehatan tubuh dan pikiran. Namun, di era modern ini, terutama di kalangan remaja, begadang sudah menjadi gaya hidup yang sulit dihindari, apalagi jika ada tuntutan akademik atau bahkan adanya pekerjaan yang padat.

Dilansir dari situs Dinas Kesehatan “Begadang dan tidur larut malam sering dianggap sepele oleh banyak orang.” Tapi jika dilakukan terus-menerus tanpa alasan yang jelas, dampaknya bisa buruk bagi kesehatan, mulai dari menurunnya daya tahan tubuh, sulit berkonsentrasi, hingga meningkatkan risiko penyakit serius. Remaja saat kini sudah sulit untuk menghindari kebiasaan begadang ini, terutama karena aplikasi yang semakin canggih dan menampilkan konten menarik. Aplikasi yang kini populer yaitu TikTok. Tiktok menampilkan konten-konten video yang dapat meningkatkan hormon dopamine (hormon kepuasan sementara) dan mendistraksi para penggunanya. Konten-konten yang di tampilkan menarik para penonton karena konten yang receh sampai dibuat dengan konsep tertentu.

Siapa yang pernah berkata, “Cuma scroll sebentar,” lalu tanpa sadar sudah jam 3 pagi? Jika iya, kamu tidak sendirian. TikTok, dengan kontennya yang seru dan tanpa habisnya, sering membuat penggunanya lupa waktu, bahkan rela begadang hanya untuk terus menonton video demi video.

Menariknya, TikTok kini sedang menguji fitur baru yang bertujuan untuk membantu penggunanya mengurangi kebiasaan begadang. Fitur ini memungkinkan pengguna menyetel alarm sebagai pengingat waktu tidur dan secara otomatis mematikan notifikasi selama tujuh jam durasi tidur yang direkomendasikan.

Fitur ini dapat ditemukan di pengaturan 'waktu layar' dan saat fase uji coba berlangsung, pengguna akan melihat opsi 'pengingat tidur'. Dengan fitur ini, TikTok berharap bisa membantu penggunanya lebih sadar akan pentingnya tidur yang cukup dan membiasakan pola hidup yang lebih sehat.

Faktanya, banyak pengguna tetap mengabaikan pengingat tidur. Notifikasi yang muncul sekadar menjadi pengingat sejenak, tetapi tidak cukup kuat untuk menghentikan keinginan terus menonton video. Algoritma TikTok yang cerdas terus menyajikan konten menarik, sehingga pengguna tetap tergoda untuk menggulir layar, bahkan setelah menerima peringatan. Pada akhirnya, fitur ini hanya menjadi tambahan kecil yang tidak berdampak signifikan bagi mereka yang sudah kecanduan.

Begadang dapat mengganggu kesehatan kita. Hal ini karena rasa adiksi yang dipengaruhi oleh TikTok, remaja-remaja masa sekarang ini menghabiskan waktu istirahat mereka untuk scroll tiktok dan menyebabkan waktu mereka untuk istirahat menjadi berkurang. Jika dilakukan dalam jangka waktu yang, begadang dapat menyebabkan mereka menjadi kekurangan tidur dan membuat mereka menjadi kelelahan pada kemudian hari. Kelelahan ini dapat menjadi masalah yang lebih besar seperti, mengurangi kewaspadaan serta meningkatkan risiko kecelakaan saat melakukan aktivitas.

Kurangnya tidur dalam jangka waktu yang lama juga dapat memunculkan penyakit insomnia, yaitu gangguan tidur yang menyebabkan penderitanya sulit tidur atau tidak cukup tidur meski terdapat cukup waktu untuk melakukannya. Selain itu, kebiasaan begadang bukan hanya masalah aplikasi, tetapi juga terkait dengan self-control atau kendali diri. Tanpa kesadaran pribadi untuk mengatur waktu dengan baik, pengingat tidur hanyalah notifikasi yang mudah diabaikan. Sama seperti fitur screen time di berbagai platform lain, efektivitasnya bergantung pada seberapa disiplin penggunanya dalam mengikuti aturan yang telah mereka buat sendiri.

Dampak lain dari begadang adalah melemahnya sistem imun tubuh. Tidur yang cukup sangat penting bagi sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi. Ketika seseorang begadang, produksi antibodi dan sel-sel imun menurun, sehingga tubuh menjadi lebih rentan terhadap penyakit seperti flu, infeksi saluran pernapasan, dan gangguan lainnya. Tidak hanya itu, begadang juga berdampak buruk pada keseimbangan hormon yang berpengaruh terhadap kesehatan kulit. Kurangnya waktu tidur dapat menyebabkan produksi hormon pertumbuhan berkurang, sehingga proses regenerasi sel menjadi lambat. Akibatnya, seseorang yang sering begadang cenderung mengalami penuaan dini, kulit kusam, munculnya jerawat, serta lingkaran hitam di bawah mata.

Selain berdampak pada kesehatan fisik, begadang juga memberikan efek negatif terhadap kesehatan mental. Salah satu dampak paling umum adalah meningkatnya risiko stres dan kecemasan. Saat seseorang kurang tidur, kadar hormon stres (kortisol) dalam tubuh meningkat. Hal ini menyebabkan seseorang lebih mudah merasa cemas, tegang, dan sulit mengendalikan emosi.

Dalam jangka panjang, stres yang berlebihan dapat mengarah pada gangguan kecemasan yang lebih serius. Tidak hanya itu, kurang tidur juga berkaitan erat dengan depresi. Ketika seseorang sering begadang, keseimbangan kimia otak yang mengatur suasana hati terganggu. Banyak penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengalami insomnia atau gangguan tidur memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami depresi dibandingkan mereka yang memiliki pola tidur yang baik.

Berdasarkan pemaparan diatas, apakah fitur pengingat tidur TikTok benar- benar membantu atau hanya sekadar formalitas? Pada akhirnya, solusi terbaik tetap kembali ke diri kita sendiri. Tanpa niat untuk berubah, fitur apa pun tidak akan efektif.

Beberapa hal yang bisa mencegah kebiasaan begadang untuk scrolling media sosial yaitu detoks dopamine, menurut Dr. Ambrose, ide mendasar dari detoksifikasi dopamine adalah untuk mengurangi aktivitas dan perilaku yang tidak membantu. Detoks dopamine dapat dilakukan dengan cara membatasi waktu layar. Berolahraga, Berolahraga dipercaya dapat mengeluarkan hormon bahagia, membuat tidur lebih nyenyak, dan meningkatkan kekebalan tubuh. Menghabiskan waktu dengan orang yang terdekat, Dengan menghabiskan waktu dengan orang terdekat, kita merasa lebih bahagia dan menjaga tali kekeluargaan dan meningkatkan rasa kepercayaan diri

Jika seseorang sudah mengalami gangguan tidur akibat begadang, seperti sulit berkonsentrasi, merasa lelah sepanjang hari, atau mengalami stres berlebihan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis atau psikolog untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Mengubah kebiasaan memang tidak mudah, tetapi kesehatan adalah investasi jangka panjang yang tidak bisa ditawar. Tidur adalah investasi terbaik bagi kesehatan fisik dan mental. Jangan biarkan TikTok atau media sosial lainnya mencuri waktu berharga kita. Kendalikan waktu dengan bijak, dan pastikan kesehatan tetap menjadi prioritas utama.

Ada beberapa aktivias lain yang dapat dicoba untuk meninggalkan kebiasaan begadang untuk scroll TikTok. Mungkin terdengar klise, tapi hal-hal positif, seperti mengisi waktu luang dengan berolahraga dan menghabiskan waktu bersama orang terdekat dapat memberikan perasaan bahagia dan meningkatkan rasa kepercayaan diri. Namun, hal yang paling benar untuk dilakukan saat terjadi kecanduan.



Tim:

1.       Brighita Jati (3)

2.       Celeste Cyrene M. (5)

3.       Filbert Faustadel (15)





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sunset di Kalimantan

Sekolah Tanpa PR: Efektif atau Mengurangi Disiplin Belajar?

Belajar dari Masa Lalu: Apakah Sejarah Masih Relevan untuk Generasi Masa Sekarang?