Hujan
Aku jatuh cinta
pada tetes hujan di ujung daun pinang
Derai semesta membawa sejuk romansa hati yang terserang duka
Lagi, tiup angin menyentuh daun sungguhlah dengan cinta
Kali ini, angin
begitu halus tidak beringas meninggalkan puing porak-poranda
Tetes lembut meluncur membasahi tanah
Menghidupkan pejuang baru yang segera menyapa semesta
Sayangnya, pejuang baru tak pernah tahu bahwa semesta tak selalu selembut tetes hujan,
tak juga sehalus sapaan angin yang membawa hawa dingin yang menghangatkan
Pontinaka, 5 Februari
Komentar
Posting Komentar