Debat dengan Mosi "Dewan ini percaya bahwa karir yang cemerlang penyebab menurunnya angka pernikahan di Indonesia"
Saya tidak setuju dengan mosi ini yaitu dewan ini percaya bahwa karir yang cemerlang penyebab menurunnya angka pernikahan di Indonesia karena menurut saya karir cemerlang tidak terlalu berpengaruh terhadap angka perkawinan
Pertama-tama saya akan menjelaskan apa sih itu karir.....
Karir adalah adalah kemajuan seseorang dalam suatu lapangan pekerjaan yang di peroleh selama ia bekerja atau perkembangan kemajuan seseorang dalam suatu lapangan pekerjaan selama masa aktif dalam hidupnya, untuk mencapai karir yang baik pastinya harus melalui beberapa tahapan yaitu, penilaian diri, menentukan tujuan konkrit, kesadaran dan kepuasan diri, efisien waktu dan usaha.
Lalu berikutnya pernikahan, pernikahan adalah prosesi sakral antara laki-laki dan perempuan yang berjanji untuk hidup bersama dalam hubungan yang di akui secara resmi.
Lalu apa hubungannya dengan mosi yang akan di bahas nah, telah di tegas pada mosi ini bahwa karir yang cemerlang penyebab menurunnya angka pernikahan di Indonesia saya, menolak penuh pada mosi yang telah di berikan karena menurut saya pribadi karir yang cemerlang bukan lah penyebab menurunnya angka kelahiran! Karena menurut saya karir hanyalah sebuah tujuan atau cita cita yang ingin dicapai seseorang misalnya bercita-cita agar mendapatkan gelar yang lebih layak di masa yang akan datang.
Jika tercapai nya suatu cita cita atau karir yang cemerlang di masa depan seseorang pasti nya berprinsip "jika saya sukses dan mendapatkan karir yang cemerlang pasti hidup saya di masa depan akan lebih mudah dalam hal ekonomi, dan pasti nya setelah mereka sukses baru mereka berpikir akan kawin atau nikah ( bukan mereka tidak mau menikah karena alasan takut tidak akan mendapatkan karir yang cemerlang di masa depan) kecuali jika di kaitkan dengan masalah mental seseorang misalnya, seseorang memiliki rasa trauma dan takut menikah karena alasan lingkungan sekitar contohnya melihat salah satu anggota keluarga melakukan penceraian terhadap pasangannya dan melihat kdrt terhadap pasangannya, pasti seseorang yang menyaksikan akan trauma sehingga ia berpikir untuk tidak menikah karena takut alasan trauma, dan takut jika kekerasan dalam rumah tangga terjadi pada dirinya saat menikah sehingga ia tidak mau menikah karena mentalnya rusak dan jika ingin kawin ia pasti masih berpikir pikir dan takut karena Trauma yang di milikinya tidak bisa hilang.
Nah jadi dapat disimpulkan bahwa menurunnya angka pernikahan itu bukan karena karir yang cemerlang karena karir hanyalah prinsip seseorang atau tujuan seseorang untuk mencapai cita-cita yang di inginkan agar memperbaiki kondisi ekonomi di masa depan dan jika ekonomi nya baik pasti kehidupan rumah tangga juga akan baik.
Tetapi jika kondisi mental seseorang rusak dan memiliki rasa trauma untuk menikah karena alasan lingkungan sekitar yang membuat takut nah, mungkin ini menjadi salah satu alasan mengapa angka perkawinan atau pernikahan di Indonesia semakin mengurang.
Sekali lagi saya tegaskan bahwa saya menolak penuh mosi pada hari ini yaitu dewan ini percaya bahwa karir yang cemerlang penyebab menurunnya angka pernikahan di Indonesia. Karena menurut saya pribadi karir yang cemerlang bukan penyebab menurunnya angka pernikahan di Indonesia melainkan bagaimana cara pola pikir manusialah yang menjadi penyebab turunnya angka perkawinan di Indonesia.
(Sekian) saya ucapkan terima kasih
Pembimbing : Rolah Sri Rejeki Situmorang, M.Pd.
Pesdik : Seprianus Pedro
Komentar
Posting Komentar