DEBAT "Dewan ini percaya bahwa karir yang cemerlang penyebab menurunnya angka pernikahan di Indonesia"

Selamat pagi dan salam sejahtera, terima kasih kepada moderator yang telah memberikan saya kesempatan kepada saya untuk berargumentasi. Pada kesempatan kali ini saya A.Nathasya Kaylana selaku pembicara pertama dari tim pro akan memberikan argumentasi saya mengenai mosi perdebatan yang telah ditetapkan yakni “Dewan ini percaya bahwa karir yang cemerlang penyebab menurunnya angka pernikahan di Indonesia”. Seperti yang kita ketahui bahwa Karir yang cemerlang adalah karir di mana seseorang mencapai tingkat prestasi yang tinggi, keberhasilan yang konsisten, dan pengakuan yang luas dalam bidang tertentu. Seseorang yang memiliki karir yang cemerlang yakni mereka yang memiliki reputasi yang kuat yang tentunya hal tersebut ditopang dengan adanya kualitas diri yang tinggi, pengetahuan yang luas sehingga hal tersebut tidak hanya berdampak terhadap reputasi mereka di masa sekarang, melainkan hal tersebut dapat berampak untuk jangka panjang. Yaitu mereka tentunya memiliki kesuksesan yang berkelanjutan.

Dewan juri yang terhormat, pada kesempatan kali ini saya selaku pembicara dari tim pro akan menyampaikan beberapa batasan masalah mengenai mosi perdebatang pada hari ini. Yakni seorang individu yang memiliki karir yang cemerlang adalah mereka yang yang sudah menggapai prestasi, memiliki reputasi yang tinggi dan tentunya mereka Dewan juri yang terhormat, seperti yang kita ketahui bahwa mereka yang memiliki karir tentunya adalah mereka yang berwawasan luas secara emosional dan intelektual. Karena tanpa adanya kedua hal tersebut seseorang tidak akan dapat menyeimbangkan suatu karir yang telah ia dapatkan.

Dan tentunya hal tersebut sangat berpengaruh terhadap angka pernikahan di Indonesia. Seseorang yang telah mendapatkan karir yang cemerlang, mereka tidak akan mencari jati diri mereka di orang lain. Karena mereka telah hidup dengan impian yang selama ini mereka impikan. Mereka yang memiliki karir yang cemerlang etentunya mereka yang sudah mendapatkan pencapaian yang tinggi. Pencapaian tersebut tidak semata-mata mereka dapatkan dengan membalikkan telapak tangan. Mereka tentunya sudah melewati lika-liku yang perih. Melalui hal tersebut, tentunya secara tidak langsung gerbang wawasan mereka terbuka melalui pengalaman-pengalaman yang membentuk pribadi mereka disertai dengan pengetahuan wawasan yang terus memupuk wawasan intelektual mereka. Dengan begitu seorang yang berkarir cemerlang tidak akan mudah jatuh hati terhadap lawan jenis lain, justru mereka akan berpikir secara kritis apa dampak jangka panjang yang akan mereka terima apabila mereka membangun sebuah hubungan bersama orang lain. Dengan adanya pertimbangan dan pemikiran seperti itu, maka hal tersebut akan menimbulkan suatu keraguan dalam diri mereka untuk menjalin hubungan bersama lawan jenis tersebut.

Dewan juri yang terhormat, dengan memiliki karir yang cemerlang seseorang tersebut juga mendapatkan reputasi yang kuat. Reputasi yang kuat tentutnya akan memiliki dampak yang signifikan terhadap individu tersebut. Yakni mereka memiliki kesempatan besar untuk mendapatkan karir yang layak dalam suatu perusahaan dan tentunya mereka adalah orang yang dihormati akan kebijaksanaan dan wawasannya. Hal tersebut dapat memicu rasa minder dalam diri lawan jenis yang mengagumi individu tersebut. Mereka yang mengagumi seseorang yang memiliki harga diri yang tinggi akan merasa tidak layak untuk bersanding dengannya. Sehingga mereka tidak percaya diri dan berujung untuk tidak ada interaksi maupun tekad untuk bersanding dengan mereka yang memiliki karir yang cemerlang. Didukung lagi dengan kebudayaan Indonesia yang selalu memegang prinsip bahwa pasangan yang tepat adalah pasangan yang sepadan dengan diri.

Beberapa faktor yang telah saya jelaskan tersebut sangat berpengaruh dengan angka pernikahan di Indonesia. Semakin meingkat angka individu yang mendapatkan karir yang cemerlang, maka semakin menurun angka pernikahan di Indonesia. Karena pada dasarnya Beberapa orang memilih untuk mengejar ambisi profesional mereka daripada memprioritaskan pernikahan atau kehidupan keluarga. Mereka mungkin merasa bahwa pencapaian karir yang cemerlang adalah tujuan yang lebih penting atau memuaskan bagi mereka daripada membangun hubungan pernikahan. Selain dari itu, seseorang yang memiliki karir  yang cemerlang seringkali menuntut mobilitas dan fleksibilitas, termasuk perjalanan bisnis, jam kerja yang panjang, atau tanggung jawab profesional yang besar. Ini bisa membuat sulit bagi seseorang untuk menemukan waktu atau keseimbangan yang tepat antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Maka dari itu, saya selaku pembicara pertama dari tim pro menegaskan bahwa kami mendukung penuh mosi perdebatan pada hari ini mengenai “Dewan ini percaya bahwa karir yang cemerlang penyebab menurunnya angka pernikahan di Indonesia Sekian dari saya terima Kasih.


Pembimbing : Rolah Sri Rejeki Situmorang, M.Pd.

Pesdik : A. Nathasya Kaylana

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sunset di Kalimantan

Sekolah Tanpa PR: Efektif atau Mengurangi Disiplin Belajar?

Belajar dari Masa Lalu: Apakah Sejarah Masih Relevan untuk Generasi Masa Sekarang?