Kusebut Kamu, "Teman"
Maaf telah membuat menunggu.
Terkadang, butuh waktu untuk menikmati sepi dan sunyi
untuk menemukan diri. Terkadang, ada rasa takut, takut kehilangan setelah
memiliki atau hilang sebelum sempat memiliki. Bagiku, perpisahan selalu
menyisakan perihnya sendiri, meski mungkin semesta hanya menyaksikan ceria
karena tak banyak yang sungguh dapat mengerti. Tak ada yang salah, karena
semesta selalu benar dengan rencananya. Semesta selalu tepat waktu memberi
hadiah atau hukumnya.
Tidak, tidak perlu komplain. Jika kaki memang begitu
lemah untuk berlari bahkan berdiri, kenapa harus bersembunyi di balik layar
senyum bahkan tawa yang menggelegar? Biarkan saja semua tahu apa adanya, dan
bangkitlah, berjuanglah, kita lanjutkan kembali mimpi yang tertunda, seperti
pagi yang terbit tepat pada waktunya, dan mukjizat masih ada hadir dalam menit
yang tak terduga.
Dari hati yang terdalam, maafkan aku,,,
Salam,
Ro Situmorang
17:31, 190121
Komentar
Posting Komentar