Anak Muda Jadi Sultan Dari Bisnis Online: Trend Sesaat atau Peluang Nyata?

 

Zaman sekarang dengan adanya teknologi, semua bisa dilakukan online dimana saja dan kapan saja, terutama bisnis online. Bisnis online adalah semua aktivitas di mana produk dan layanan dinegosiasikan serta dibayar secara online melalui internet. Sederhananya, ketika kamu menjalankan bisnis online berarti akan menawarkan produk atau menyediakan layanan tertentu di internet. Apalagi dengan kehadiran eCommerce saat ini membuat para pelaku bisnis semakin mudah untuk memulai bisnis online. Mereka dapat menawarkan berbagai macam produk atau layanan kepada konsumen di seluruh dunia, karena jangkauan pasar bisnis online memang lebih luas.

Maraknya bisnis online saat ini tak lepas dari andil kaum anak muda, karena bisnis ini bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja, bahkan sambil berbaring di kamar sekalipun. Remaja sekarang banyak berkutit di media online bahkan beberapa dari remaja zaman sekarang ada yang sudah memiliki usaha yang sudah berkembang pesat. Sebagai kaum generasi muda kita harus banyak menggali ilmu yang penting untuk kedepannya salah satunya belajar bisnis online karena memiliki peluang yang bagus. pelaku bisnis online bisa bekerja dimana saja kapan saja bahkan memiliki keuntungan yang lumayan jika kita melakukannya dengan keseriusan dan ketekunan.

Semenjak terjadi nya pandemi Covid-19, bisnis online menjadi berkembang pesat dan diminati oleh banyak masyarakat khususnya anak muda. Bisnis online yang tidak memerlukan modal yang besar sangat cocok untuk anak muda yang ingin memulai bisnis untuk mencari pendapatan tambahan. Akibat dari isolasi mandiri membuat peminat belanja online semakin banyak. Hal ini membuat pendapatan dari bisnis online sangat besar, bahkan menembus angka 100 juta lebih Tentunya anak muda melihat ini sebagai kesempatan untuk membuat karir. Salah satu orang yang menggunakan kesempatan ini dengan baik adalah Dian Sastra Wicaksana.

Dian Sastra Wicaksana, seorang pelajar SMA asal Desa Wonorejo, Kabupaten Madiun, berhasil meraih omzet Rp50 juta hingga Rp100 juta per bulan dari bisnis online yang dirintisnya sejak SMP. Berawal dari menjual akun game seperti Free Fire dan Mobile Legends, Dian mulai berbisnis untuk meringankan beban finansial keluarganya. Saat pandemi Covid-19, Dian mengembangkan akun Instagram @info.tournamenff.idd dan @info.turnament.ffidd yang menyediakan informasi turnamen game Free Fire. Awalnya gratis, namun kemudian berbayar karena tingginya permintaan. Kesuksesan ini mendorong Dian untuk meluncurkan layanan top-up game, voucher, dan pulsa melalui situs topuplimawaktu.com dan Instagram @topup.5waktu. Hal ini menjadi sumber penghasilan utamanya.

Pengalaman tersebut merupakan seorang anak muda yang berhasil karena bisnis online. Bisnis online ini akhirnya nge-trend dan dianggap sebagai salah satu hasil cuan terbaik. Banyak anak muda yang beranggapan bisnis online adalah jalan yang paling mudah untuk menjadi “Sultan”. Setelah Covid-19 pun bisnis online masih sangat banyak diminati saat ini.

Tahun 2022 merupakan masa pemulihan perekonomian Indonesia setelah sempat mengalami kontraksi akibat Pandemi Covid-19. Penurunan level pembatasan mobilitas masyarakat, serta naiknya tingkat pertumbuhan ekonomi dari 3,70 persen pada tahun 2021 menjadi 5,31 persen pada 20221 , menjadi indikator pemulihan/ recovery perekonomian Indonesia. Survei eCommerce 2023 turut memotret perubahan dalam ekonomi digital Indonesia pada masa pemulihan, khususnya dari sisi usaha eCommerce. Pendidikan penanggung jawab/pemilik usaha eCommerce sebagian besar adalah SMA/SMK sederajat ke bawah (77,84 persen), diikuti 16,34 persen yang berpendidikan Diploma IV/S1.

Hal ini membuktikan bahwa bisnis online masih eksis hingga saat ini. Terlebih lagi bisinis online ini mayoritasnya adalah anak SMK/SMA. Selain hanya memerlukan modal yang sedikit, bisnis online menghemat waktu sehingga tidak menyita banyak waktu. Bisnis online pun menjadi satu diantaranya pekerjaan yang direkomendasikan. Dengan adanya teknologi yang sudah maju membuat bisnis online semakin mudah untuk di buat. Bagaimanapun juga anak-anak zaman sekarang lebih melek teknologi disbanding genearsi sebelumnya. Akibatnya, bisnis online rata-rata hampir dipegang oleh anak remaja yang masih menduduki jenjang SMA hingga kuliah.

Tentunya ini sangat membantu mengurangi pengangguran yang ada di negara kita. Bisnis online menjadi lapangan pekerjaan baru untuk anak muda sekarang yang lebih tertarik atau penasaran dengan teknologi dan bisnis. Bukan hanya itu, anak muda sekarang yang suka dengan tantangan dan hal baru membuat mereka ingin mencoba membuka atau terjun kedalam bisnis online. Melihat hal ini, sudah mulai banyak sekolah atau perkuliahan yang membuka jurusan bisnis digital (online) untuk mendukung dan memperbesar potensi dari anak muda zaman sekarang untuk sukses.

Bisnis online ini memerlukan kreativitas dan inovasi yang cukup tinggi. Kedua unsur tersebut sangat penting karena menjadi dasar untuk membuat sesuatu yang menarik dan baru untuk ditunjukan kepada Masyarakat. Tanpa adanya kedua hal itu tentu bisnis online yang dibuat akan terkesan biasa saja, tidak memiliki ciri khas, dan tidak memiliki hal baru untuk ditonjolkan agar dapat bersaing dengan bisnis lainnya. Ditambah dengan orang tua yang kurang mendukung anak nya yang menjadi bisnis online karena dianggap tidak menjanjikan seperti freeleancer dan jasa online.

Orang tua yang masih memegang konsep bahwa pekerjaan harus jelas, berwujud, dan tentunya memiliki pendapatan yang tetap untuk menyokong kehidupan. Menurut orang tua hal itu sangat menjanjikan untuk masa depan. Freelance yang biasa kerja melalui internet dan tanpa ada wujud membuat orang tua khawatir akan anak-anaknya yang bekerja sebagai freelancer karena dianggap tidak menjanjikan dan tidak jelas. Hal ini juga diperkuat dengan gaji atau pendapatannya yang tidak selalu tetap ataupun besar.

Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, bisnis online telah membuka pintu bagi banyak anak muda untuk meraih kesuksesan dan menjadi sultan dari usaha mereka sendiri. Namun, seperti peluang besar lainnya, keberhasilan dalam bisnis online tidak dapat dicapai dengan mudah. Diperlukan kreativitas, kerja keras, dan ketekunan untuk menavigasi dunia digital yang kompetitif. Bisnis online bukan sekedar tren sesaat, tetapi sebuah peluang nyata yang, jika dimanfaatkan dengan bijak, dapat menjadi landasan kesuksesan jangka panjang. Meskipun tantangan tetap ada, dengan pendekatan yang tepat, komitmen, dan inovasi, menjadi Sultan dalam bisnis online bukanlah hal yang mustahil. Bagi mereka yang siap bekerja keras dan belajar dari setiap kegagalan, bisnis online bisa menjadi ladang peluang yang tak terbatas, bukan sekadar tren yang cepat berlalu.

 


DAFTAR PUSTAKA

Astuti, Sri. 2024. Peluang Bisnis Online Untuk Anak Muda.

https://www.kompasiana.com/sri08597/6596d6d512d50f605248cf42/peluang-bisnis-online-untuk-anak-muda (Diakses pada: Sabtu, 8 Februari 2025: Pukul 09:01 WIB)

Marhaeni, Hermawanti. 2023. Statistik eCommerce 2022/2023.

https://web-api.bps.go.id/download.php?f=BCYkXjjRkjTLtAUtLLWbszlKTW1UbzNVQjF3dHo1c3poMjVOMzJZQW5pbFlVWUg4Ni9DRDFxUGhnbWVrZG5oSWt3RVhMdTIxTzNHUnJJZWk4RHJMaFlEc3ljNXZGQ3BQNW5LdDY2cUtUck84bEI3SjZRMS9NTlp3ODN0bWl1cTgwQWx4Z3RlSmxBZjJXaGM1MGRBV3h1VmdxUTNpdmVxb2RGYTJoRzVUQ3JCYkRDcTNrakJ3LzhrZXNmTU1pb3I4b3VReDVRbkNwWFAzd0JQdS9VZlh2OG1TdlowdS9EektwRnhpY0pCWWNqdVllL3VHUDlTY09QcnJvOTllVXk1SW4wSzdvQlFyMFNoaklZQkU=&_gl=1*1nyabiv*_ga*MjE0NDI0MjE1OC4xNzM4OTgxODEw*_ga_XXTTVXWHDB*MTczODk4MTgwOS4xLjEuMTczODk4MTg3Ny4wLjAuMA (Diakses pada: Sabtu, 8 Februari 2025: Pukul 09:34 WIB)

Patria, Ratna. 2022. Bisnis Online: Pengertian, Jenis, dan Manfaat.

https://www.domainesia.com/berita/bisnis-online/ (Diakses pada; Sabtu, 8 Februari 2025: Pukul 09:05 WIB)

Sari, Rafiki, Diana. 2024. Kisah Inspiratif Pelajar SMA yang Sukses Bangun Bisnis Digital di Usia Muda.

https://lifestyle.sindonews.com/read/1509733/166/kisah-inspiratif-pelajar-sma-yang-sukses-bangun-bisnis-digital-di-usia-muda-1735470757 (Diakses pada: Sabtu, 8 Februari 2025: Pukul 09:24 WIB)

 

 

Tim:

Reivan Anthony          (28)

Teresa             (30)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sunset di Kalimantan

Sekolah Tanpa PR: Efektif atau Mengurangi Disiplin Belajar?

Belajar dari Masa Lalu: Apakah Sejarah Masih Relevan untuk Generasi Masa Sekarang?