Suara Remaja dalam Demokrasi: Seberapa Penting Partisipasi Anak Muda?

 

Indonesia merupakan negara yang menganut sistem demokrasi, hal ini dapat dilihat dari metode pemilihan umum. Demokrasi merupakan bentuk pemerintahan yang melibatkan masyarakat atau warga negara sebagai sumber kekuasaan tertinggi. Prinsip dasar demokrasi adalah kedaulatan rakyat, artinya rakyat memegang kekuasaan tertinggi dan berhak berpartisipasi dalam pengambilan keputusan politik. Dalam demokrasi, pemerintahan dipimpin oleh keinginan mayoritas, dengan tetap menghormati keinginan minoritas. Demokrasi yang baik adalah demokrasi yang mengedepankan konsep kedaulatan rakyat, yang dapat menciptakan stabilitas politik, serta menghargai dan memajukan kebebasan dan hak-hak semua konstituennya.

Demokrasi dapat dipraktikkan melalui pemilihan umum (pemilu) yang diselenggarakan secara adil, bebas, dan transparan. Masyarakat memiliki kesempatan untuk menyampaikan pendapat mereka terkait masalah politik sesuai dengan preferensi pribadi mereka. Pemilu dapat diikuti oleh peserta yang berusia 17 tahun ke atas, menikah, atau pernah menikah. Meskipun banyak remaja yang tidak memiliki hak penuh untuk memilih, mereka dapat belajar tentang proses pemilihan pemimpin dan pentingnya memilih pemimpin yang tepat. Mereka yang berusia 17 tahun memiliki hak untuk menggunakan hak pilihnya sebagai langkah awal menuju demokrasi. Namun, partisipasi dapat dilakukan melalui kegiatan sosial, kampanye politik, atau sekadar menjadi relawan di masyarakat. Ini akan membantu anak muda memahami proses demokrasi.

Dengan melakukan demokrasi ini, rakyat merupakan pemegang kedaulatan dan memiliki peran penting dalam menentukan siapa yang akan memimpin negara Indonesia. Oleh sebab itu, setiap warga negara diajak untuk berperan aktif dalam menjaga nilai-nilai demokrasi, termasuk dengan mengawasi kebijakan pemerintah dan menyuarakan aspirasi mereka secara damai. Sebab, tanpa partisipasi aktif dari warga negara, sistem demokrasi tidak bisa berjalan dengan lancar.

Politik dan demokrasi sering dianggap sebagai hak orang dewasa. Banyak orang percaya bahwa kebijakan pemerintah, undang-undang, dan hasil pemilu hanya dapat diakses oleh orang-orang yang telah lama berkecimpung di dalamnya. Namun, benarkah demikian? Bukankah kaum muda, khususnya remaja, sangat penting bagi masa depan negara ini? Padahal, inisiatif kaum muda dalam politik dan demokrasi sangat penting, khususnya di Indonesia yang memiliki populasi kaum muda yang besar. Kaum muda dibebani dengan tanggung jawab yang sifatnya demokratis. Kaum muda, yang juga dikenal sebagai Generasi Z (1997-2010), adalah masa depan negara ini.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa lebih dari separuh penduduk negara ini berusia di bawah 30 tahun. Ini menyiratkan bahwa kaum muda akan menjadi generasi yang akan memimpin bangsa dalam waktu dekat. Jika mereka tidak menjadi bagian dari proses politik dan demokrasi, siapa lagi yang akan memastikan bahwa kebijakan hari ini sesuai dengan masalah di masa depan? Mereka adalah individu yang akan melaksanakan pekerjaan keputusan pemilu yang mereka buat sekarang. Mereka harus dapat memastikan bahwa keputusan yang mereka buat disesuaikan dengan keinginan mereka sendiri. Selain itu, kaum muda dapat berpartisipasi dalam argumen politik dan sosial, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat, serta di media sosial. Melalui diskusi, mereka dapat berbagi pemikiran mereka dan memberi pengaruh pada publik. Namun, salah satu kebutuhan adalah bahwa keputusan ini tetap melayani kepentingan umum.

Generasi Z merupakan fondasi generasi emas di tahun 2045. Setiap generasi memiliki kesulitan dan tujuan yang unik. Kaum muda, khususnya remaja, memiliki perspektif yang unik mengenai topik-topik seperti pendidikan, perubahan iklim, dan teknologi. Remaja dipuji karena kepribadian mereka yang ceria dan ide-ide kreatif. Mereka terkadang memiliki pemikiran yang tidak konvensional. Populasi ini memiliki banyak pemikiran kritis, serta berbagai perspektif yang penting untuk mengembangkan solusi baru bagi permasalahan bangsa. Dengan partisipasi kaum muda, politik dapat menjadi lebih interaktif dan berpikiran maju, serta meningkatkan kualitas keputusan politik. Jika suara mereka tidak diakui, kebijakan yang dibuat mungkin tidak sesuai dengan kebutuhan generasi muda. Partisipasi mereka memfasilitasi representasi keinginan mereka dalam proses pengambilan keputusan.

Terlebih lagi dalam era digital sekarang, media sosial sangat berperan penting dalam pengambilan keputusan politik oleh anak muda. Belakangan ini dapat dilihat para pemuda mampu mempengaruhi opini publik dengan media sosial termasuk dalam dunia politik dan kebijakan. Dengan berbagai macam sumber informasi dan kemudahan untuk mendapatkannya, anak muda dapat mempelajari banyak hal mengenai politik dengan efisien untuk membentuk pemahaman mereka terhadap politik. Media sosial adalah platform yang powerful bagi anak muda untuk menyuarakan pendapat mereka. Dengan membuat konten yang informatif dan inspiratif, mereka bisa mengedukasi teman sebaya dan mempengaruhi kebijakan publik. Generasi Z tidak lagi tertarik untuk berdebat tentang kapitalisme dan sosialisme, atau ideologi lainnya, namun mereka lebih mementingkan untuk mendiskusikan hal tersebut dan lebih santai dalam menghadapi hal tersebut. Bisa dibilang generasi Z itu tidak ingin melibatkan diri mereka terhadap gagasan ideologi politik tertentu. Keprihatinan generasi Z lebih kepada ragam isu yang aktual dibanding faktual. Maka tidak janggal, jika kelompok muda ini lebih kritis terhadap gaya politisi daripada programnya.

Berdasarkan data dari KPU RI, sebanyak 56% pemilih dari pemilu 2024 didominasi oleh golongan generasi Z dan millenial. Data tersebut menunjukkan semangat dan keaktifan anak muda dalam dunia politik. Partisipasi anak muda dalam politik tidak hanya penting untuk saat ini, tetapi juga untuk masa depan. Dengan terlibat sejak remaja, mereka akan belajar tentang pentingnya demokrasi, hak-hak mereka sebagai warga negara, dan tanggung jawab mereka dalam membentuk pemerintahan yang baik.  Isu seperti apa yang harus dikedepankan dan arah kebijakan negara ini  akan menjadi satu di antara titik fokus perhatian anak muda kedepannya. Hal ini akan menciptakan generasi pemimpin yang lebih sadar dan bertanggung jawab di masa depan.

Meskipun penting, partisipasi anak muda dalam politik dan demokrasi tidak selalu mudah. Walaupun pengalaman yang dimiliki masih minim, anak muda harus sadar bahwa suara yang telah diberikan kepada mereka memiliki arti yang penting. Pemilih muda memiliki sikap antusiasme yang tinggi, namun penting juga untuk memastikan bahwa mereka telah matang dalam pemikiran dan pengambilan keputusan. Banyak juga anak muda sekarang sudah jarang membaca berita dan kurang update tentang kondisi pemerintahan negara mereka sendiri, sehingga bisa saja mereka mengambil keputusan secara asal-asalan. Banyak remaja merasa tidak paham tentang sistem politik dan demokrasi karena kurangnya pendidikan yang memadai. Sekolah sering kali tidak memberikan pemahaman yang cukup tentang pentingnya partisipasi politik. Oleh sebab itu, bimbingan dan ajaran dari orang yang lebih berpengalaman sangat penting untuk membantu anak muda membuat keputusan penting demi masa depan mereka sendiri. Selain itu, politik sering dianggap sebagai dunia yang kotor dan penuh dengan korupsi. Hal ini membuat banyak anak muda enggan terlibat karena takut terjerat dalam praktik yang tidak etis. Anak muda seharusnya sadar bahwa suara mereka memiliki arti yang penting dalam keberlangsungan pemerintahan Indonesia yang akan berpengaruh dalam perkembangan Indonesia. Pemilihan suara yang benar akan mempengaruhi bagaimana Indonesia dapat berkembanga agar dapat menjadi negara yang lebih maju dan mampu bersaing dengan negara-negara asing. Anak muda yang mengemukakan suara mereka akan mencapai umur produktif mereka pada pemerintahan yang akan datang, dan pemerintahan yang akan datang itu merupakan hasil dari suara mereka. Jadi harus hati hati dan bijak dalam menggunakan suara yang telah diberikan kepada mereka.

Indonesia adalah negara demokratis di mana orang-orang memiliki hak untuk memilih pemimpin mereka melalui pemilu yang adil dan transparan. Rakyat memiliki hak untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan politik dalam demokrasi. Dengan terlibat dalam diskusi dan kegiatan sosial serta memberikan suara dalam pemilu, generasi muda memainkan peran penting dalam menjaga demokrasi.

Pada era digital saat ini, anak-anak lebih mudah mendapatkan informasi dan menyuarakan pendapat melalui media sosial. Mereka juga lebih kritis terhadap gaya kepemimpinan dan lebih peduli pada hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan mereka. Meski semangat mereka tinggi, tantangan seperti kurangnya pengetahuan tentang politik dan pandangan negatif terhadap dunia politik sering menjadi penghalang. Karena itu, pendidikan politik dan bimbingan dari orang yang lebih berpengalaman sangat dibutuhkan agar anak muda bisa membuat keputusan yang bijak.

Daftar Pustaka
Azzahra, et al. (2024). Keterlibatan Generasi Muda Dalam Demokrasi Dan Pemilu 2024. 
Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora, 3(1), 133-139.
Binus University. (2023). Peran Pemuda di Era Digital. Retrieved from 
https://binus.ac.id/character-building/2023/02/peran-pemuda-di-era-digital/【42】
 
Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur. (n.d.). Generasi Z dan Milenial: Kekuatan Politik di Ruang Digital. Diakses pada 10 Februari 2025, dari https://kominfo.jatimprov.go.id/berita/generasi-z-dan-milenial-kekuatan-politik-di-ruang-digital.
 
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM. (2023, 3 November). Jelang Pemilu 2024, Gen Z punya peran penting wujudkan masa depan politik Indonesia. Universitas Gadjah Mada. https://fisipol.ugm.ac.id/jelang-pemilu-2024-gen-z-punya-peran-penting-wujudkan-masa-depan-politik-indonesia/
 
Kompas.com. (2023, 7 November). Mengapa anak muda harus berpartisipasi dalam demokrasi? Diakses pada 10 Februari 2025, dari https://www.kompas.com/skola/read/2023/11/07/150000969/mengapa-anak-muda-harus-berpartisipasi-dalam-demokrasi-.
 
Radio Republik Indonesia. (2024). Pentingnya keterlibatan anak muda dalam demokrasi. Diakses pada 10 Februari 2025, dari https://www.rri.co.id/pilkada-2024/972110/pentingnya-keterlibatan-anak-muda-dalam-demokrasi.
 
Rangkuti, M. (2024, 30 Desember). Apa Itu Demokrasi? Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Diakses pada 10 Februari 2025, dari https://fahum.umsu.ac.id/tag/jenis-demokrasi/8.
 
Rumah Pemilu. (n.d.). Tantangan dan upaya keterlibatan pemuda berpolitik. Rumah Pemilu. Diakses pada 10 Februari 2025, dari https://rumahpemilu.org/tantangan-dan-upaya-keterlibatan-pemuda-berpolitik/
 
Sekretariat Negara RI. (2024). Politik digital: Keterlibatan media sosial dalam meningkatkan partisipasi politik generasi muda pada pesta demokrasi 2024. Diakses pada 10 Februari 2025, dari https://setneg.go.id/baca/index/politik_digital_keterlibatan_media_sosial_dalam_meningkatkan_partisipasi_politik_generasi_muda_pada_pesta_demokrasi_2024

Pembimbing: Rolah Sri Rejeki Situmorang, M.Pd.
Tim:
Dwain Garah Tamijs    (7)
Ester Grace Sie             (8)
Valeria Nadine              (27)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sunset di Kalimantan

Sekolah Tanpa PR: Efektif atau Mengurangi Disiplin Belajar?

Belajar dari Masa Lalu: Apakah Sejarah Masih Relevan untuk Generasi Masa Sekarang?