Belajar Dari Masa Lalu: Apakah Sejarah Masih Relevan untuk Generasi Sekarang

 

Laksono (2018) menyatakan bahwa sejarah adalah ilmu yang mempelajari rangkaian peristiwa yang terjadi di masa lampau, termasuk perkembangan dan dinamika kehidupan masyarakat. Kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi di masa sekarang membuat cara hidup masyarakat berubah dibandingkan dengan masa lalu. Ini adalah bagian dari perjalanan sejarah yang terus berkembang seiring waktu. Sejarah bergerak tanpa henti, melintasi ruang dan waktu. Semua hal yang penting dalam hidup manusia telah tercatat, dan berbagai peristiwa terus terjadi tanpa berhenti. Sejarah terus bergerak, dari masa lalu, ke masa kini, hingga ke masa yang akan datang. sejarah sangat penting untuk dilestarikan dan dipahami bagi kehidupan manusia khususnya bagi masyarakat indonesia. Namun, terkadang sejarah sering kali dilupakan atau tidak terlalu dipedulikan oleh kalangan masyarakat khususnya generasi zaman sekarang karena mulai banyak munculnya teknologi-teknologi baru yang lebih modern.

Sejarah dapat menjadi media belajar bagi para generasi muda mempelajari hal-hal yang ada di masa lalu. Namun, di tengah gempuran zaman modern yang dipenuhi perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup ini. Mulai muncul pertanyaan “Apakah sejarah masih penting untuk diingat dan dipelajari oleh generasi zaman sekarang?”.

Dikutip dari kumparan.com (2024), mengenal sejarah dapat menjadi salah satu cara generasi muda mengenal identitas bangsa dan identitas diri. Dengan mengenal identitas diri para generasi muda secara tidak langsung telah melestarikan budaya yang dimiliki oleh bangsanya mulai dari budaya yang memiliki wujud maupun tidak berwujud. Melalui sejarah, generasi muda akan mengetahui, mengenal dan melestarikan budaya-budaya yang ada. Seperti asal-usul bangsa, nilai-nilai luhur, dan tradisi yang diwariskan oleh para leluhur di masa lalu. Pada zaman dahulu, sebelum generasi muda lahir, banyak sekali tokoh-tokoh pahlawan penting yang berjuang demi bangsanya. Para tokoh pahlawan berkorban demi tujuan negara, membuat negaranya semakin maju dan terhindar dari kesengsaraan. Tokoh pahlawan ini dapat menjadi contoh serta motivasi bagi generasi muda zaman sekarang.

 Mengenal identitas bangsa dan diri sendiri akan memicu tumbuhnya rasa menghormati dan mencintai budaya tersebut sehingga terbentuklah rasa cinta tanah air dan jiwa nasionalisme dalam diri tiap generasi muda. karena dengan mengetahui kisah dan makna, pada generasi muda baru dapat memiliki rasa hormat, menyukai maupun menghargai budaya mereka sendiri. Jika anak zaman sekarang tidak mempelajari sejarah, mereka tidak akan mengetahui budaya, asal usul, bahkan identitas bangsa mereka sendiri. Hal ini dapat menyebabkan generasi muda tidak memiliki nilai cinta tanah air maupun nasionalisme.

Sejarah dapat membantu generasi muda mengetahui keputusan-keputusan berserta konsekuensi yang pernah terjadi di masa lalu melalui catatan keberhasilan serta kesalahan yang pernah terjadi. Hal ini membantu generasi sekarang menghindari kesalahan yang pernah dilakukan di masa lalu, menjadikan keberhasilan di masa lalu menjadi inspirasi dan mengulangi sekaligus mengembangkan keberhasilan tersebut. Melalui catatan kejadian-kejadian di masa lalu, generasi muda dapat memahami pola suatu kejadian. Sehingga membantu mereka memprediksi hal yang akan terjadi di masa depan dan dapat mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan dan peluang yang dapat terjadi di masa depan.

Pada zaman sekarang seringkali generasi muda mendapatkan berita-berita hoaks, atau berita yang kebenarannya belum dapat dibuktikan, sejarah dapat membantu generasi sekarang untuk berpikir kritis dengan membandingkan pengalaman-pengalaman di masa lalu. Dengan mempelajari sejarah, generasi muda dapat membandingkan informasi dari berbagai sudut pandang, dan menarik kesimpulan yang objektif. Sehingga generasi sekarang dapat membedakan informasi yang didapatkan itu benar atau salah dengan melakukan penelusuran yang lebih mendalam.

Di sisi lain, di masa sekarang ini banyak generasi muda yang memiliki minat yang rendah terhadap sejarah. Bahkan beberapa generasi muda enggan untuk mempelajari sejarah. Menurut Firdaus (2021), generasi muda kerap kali menganggap sejarah merupakan hal yang membosankan dan tidak menarik. Dikarenakan perkembangan zaman yang semakin pesat, sejarah menjadi semakin dilupakan dan disangkal oleh generasi muda. Di era globalisasi ini, terlalu fokus dengan sejarah juga bukanlah hal yang baik dan justru dapat menghambat perkembangan generasi muda. Ada banyak peristiwa dan kondisi di masa lalu yang sudah tidak lagi relevan dengan saat ini. Teknologi, globalisasi, dan perubahan sosial telah banyak mengubah dunia. Oleh sebab itu tidak segala hal dari sejarah dapat berguna bagi generasi muda jika dipelajari. Contohnya pada zaman ini, mempelajari taktik perang dari abad pertengahan tidak akan berguna bagi generasi muda yang hidup di zaman penuh kedamaian. Menurut Kautsar (2024), keterampilan merupakan hal penting yang dibutuhkan agar dapat bersaing dalam lingkup pekerjaan. Dari pada mempelajari sejarah dan fokus pada masa lalu, mempelajari keterampilan yang berkaitan dengan perkembangan zaman dapat lebih membantu generasi muda.

Nilai-nilai budaya yang ada sejak dahulu kala juga dapat menghambat karena tidak semua tradisi relevan dengan konteks zaman sekarang. Mempertahankan tradisi secara kaku tanpa mempertimbangkan perubahan zaman, bisa menghambat kreativitas dan menghalangi kemajuan. Generasi muda perlu memiliki kebebasan untuk mengeksplorasi ide-ide baru dan menantang norma-norma yang ada. Terakhir, terlalu fokus pada masa lalu dapat membuat generasi muda terlalu larut ke dalamnya. Membuat generasi muda terpaku pada kejayaan masa lalu sehingga menjadi enggan untuk menerima perubahan maupun mengambil resiko.

Sejarah terkadang ditulis oleh orang-orang yang hanya memandang sudut pandang tertentu saja. Hal ini menunjukan sejarah yang dicatat belum tentu benar-benar sesuai dengan apa yang telah terjadi di masa lalu, sebab sudut pandang setiap orang pastilah beragam. Perbedaan sudut pandang ini akan menimbulkan pemahaman yang berbeda dan menyebabkan generasi sekarang kebingungan dan membuat generasi sekarang ragu akan kebenaran sejarah.

Mempelajari sejarah tetaplah penting untuk generasi sekarang, karena dapat membantu mereka untuk memahami akar tradisi, budaya, dan pemahaman-pemahaman tentang latar belakang bangsa. Melalui sejarah, para generasi muda memiliki contoh yang membantu mereka dalam termotivasi, membuat keputusan, serta berkembang. Namun disisi lain, terlalu fokus dengan sejarah juga tidak baik karena tidak semua sejarah relevan dengan masa ini. Maka dari itu, agar generasi muda dapat berkembang dan menjadi semakin baik setiap haruslah seimbang.

 

 

 

 

Daftar Pustaka

Firdaus, D. R. (2021). Pentingnya Sejarah Bagi Generasi Muda.

Kautsar, A. (2024). Keterampilan yang Dibutuhkan Generasi Z, Future Ready!. Diakses pada  10 Februari 2025. https://futureskills.id/blog/keterampilan-yang-dibutuhkan-generasi-z/.

Kumparan. (2024). Alasan Mengapa Generasi Sekarang Perlu Belajar Sejarah dari Generasi Masa Lalu. Diakses pada 10 februari 2025. https://kumparan.com/berita-terkini/alasan-mengapa-generasi-sekarang-perlu-belajar-sejarah-dari-generasi-masa-lalu.

Laksono, A. D. (2018). Apa Itu Sejarah. Kalimantan Barat : Derwati Press.

 

Tim:

Panara Inda (21)

Samuel Ferdinan Purba (23)

Vania Phylicia Halim (28)

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sunset di Kalimantan

Sekolah Tanpa PR: Efektif atau Mengurangi Disiplin Belajar?

Belajar dari Masa Lalu: Apakah Sejarah Masih Relevan untuk Generasi Masa Sekarang?