Pahlawan Zaman Dulu vs Influencer Zaman Sekarang: Siapa yang Lebih Berpengaruh?

 

Seperti yang kita ketahui, di zaman modern dan digital ini, telah muncul banyak orang yang memiliki popularitas di sosial media dan dapat menginspirasi dan memengaruhi orang lewat berbagai konten dan perilakunya. Mereka biasanya disebut influencer. Tentunya, influencer ini sangat berbeda dengan pahlawan pada zaman dahulu yang dikenal dalam perjuangan mereka merebut kemerdekaan. Mereka seperti Soekarno, Hatta, Soedirman, Kartini dan pahlawan-pahlawan lainnya yang melalui tindakan nyata dan pengorbanan besar, menginspirasi generasi-generasi berikutnya untuk bertindak demi bangsa dan negara.

Di zaman sekarang yang semuanya serba digital, influencer-influencer dapat dengan mudah mempengaruhi dan menginspirasi banyak orang. Influencer adalah mereka yang membangun dan memiliki basis pengikut besar di sosial media serta dapat mempengaruhi opini, perilaku dan keputusan pengikut mereka. Influencer zaman sekarang, meskipun ada yang memanfaatkan popularitasnya untuk meraup keuntungan pribadi, juga ada yang memanfaatkan popularitasnya untuk menginspirasi banyak orang. Melalui kontennya, mereka menyebarkan hal positif, seperti kampanye, kesadaran lingkungan dan masih banyak lagi. Dengan jutaan pengikut di berbagai platform sosial media, influencer mampu memengaruhi publik, menggerakkan massa, menciptakan tren baru dan bahkan mengubah persepsi masyarakat mengenai suatu isu.

Dilansir dari popbela.com, influencer ternama, Atta Halilintar sempat membuat ramai media sosial lantaran pada salah satu kontennya yang mengatakan bahwa ia akan menelepon salah satu follower-nya yang beruntung dengan syarat menulis nomor telepon di kolom komentar. Sontak, banyak follower-nya yang menuliskan nomor telepon di komentar tersebut. Tindakan ini sangat tidak bijak dan dapat merugikan diri sendiri. Pasalnya, nomor tersebut dapat digunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Dari kasus di atas, dapat kita ketahui bahwa pengaruh dari influencer-influencer sangatlah besar dampaknya. Hanya dengan satu video, berbagai kerugian dapat kita alami jika kita tidak bijak dalam menggunakan dan menanggapi berbagai konten influencer yang beredar luas di sosial media.

Kehadiran influencer di zaman sekarang bagaikan pedang bermata dua, membawa dampak signifikan yang merambah dalam berbagai aspek kehidupan. Di satu sisi, mereka dapat menjadi agen perubahan positif. Seperti Pandawara yang melalui kontennya menginspirasi dan memotivasi masyarakat sekitar untuk membersihkan dan merawat lingkungan sekitar.

Namun di sisi lain, pengaruh influencer juga menyimpan berbagai dampak negatif yang tidak bisa kita abaikan. Penyebaran informasi yang cepat dapat seringkali menyesatkan dan berdampak buruk. Promosi produk yang tidak diketahui asal-usulnya, pembuatan dan kandungan di dalamnya dan membahayakan kesehatan. Cyberbullying juga marak terjadi. Mereka yang berbeda opini atau pendapat kerap diserang oleh mayoritas yang memilki pendapat, opini atau pandangan yang berbeda. Lebih mengkhawatirkan lagi, influencer dengan popularitas dan ketenarannya dapat memanipulasi, menggiring opini publik.

Kita sebagai penikmat sosial media, tentu harus bersikap bijak, bersikap kritis dalam menanggapi semua konten yang beredar. Media sosial merupakan media yang efektif dalam penyebaran informasi. Keefektifannya karena tidak perlu didistribusikan lagi ke publik secara fisik, cukup hanya dengan memiliki akses internet. Penyebaran informasi pada media online sangat mudah dilakukan, karena tidak ada aturan yang mengekang dalam penulisan sebuah informasi pada media online. Oleh karena itu penyaringan informasi pada media online tidak dapat dilakukan, semua orang yang memiliki akses ke dalam media online dapat melakukan penyebaran informasi tanpa adanya penyaringan terlebih dahulu, dan dapat dikatakan penyebaran informasi ini dilakukan dengan cara anonymous atau sumber yang tidak jelas faktanya.  Banyak kasus hoax yang berawal dari ketidaksengajaan atau ketidaktahuan mengenai suatu informasi. Jika dibandingkan dengan pahlawan pada zaman dahulu, tentu berbanding jauh. Dari segi zaman dan cara yang digunakan.

Pahlawan zaman dahulu berjuang melalui peperangan, pengorbanan langsung yang memerlukan fisik dan mental. pahlawan zaman dulu, yang dikenal melalui perjuangan mereka dalam merebut kemerdekaan atau memperjuangkan keadilan, telah menjadi simbol kekuatan dan keteladanan dalam sejarah bangsa. Mereka seperti Soekarno, Hatta, Kartini, dan pahlawan lainnya, yang melalui tindakan nyata dan pengorbanan besar, menginspirasi generasi-generasi berikutnya untuk bertindak demi kebaikan bangsa dan negara. Pahlawan-pahlawan ini membuktikan bahwa perubahan besar bisa tercipta melalui tekad dan kerja keras dalam menghadapi tantangan besar, serta menumbuhkan semangat persatuan dan nasionalisme. Sedangkan, pahlawan zaman sekarang atau influencer berjuang melalui konten-konten digital yang dapat menginspirasi dan memengaruhi cara orang berpikir dan bertindak. Keduanya memiliki tujuan dan maksud yang sama yaitu untuk menginspirasi demi kemajuan bangsa.

Namun, apakah peran influencer lebih besar dibandingkan pahlawan-pahlawan pada zaman dahulu? Di zaman yang serba digital ini, influencer dapat dengan mudahnya menginspirasi dan memengaruhi banyak orang lewat kontennya. Hanya sepersekian detik setelah konten tersebut dibagikan, ratusan hingga ribuan orang dapat dengan mudahnya mengakses dan melihat konten-konten tersebut. Tetapi, pengaruh perjuangan dari para pahlawan zaman dahulu lebih besar dan mendalam dikarenakan mereka berjuang melalui pertumpahan darah untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan bangsa.

Secara keseluruhan, keduanya memiliki peranan yang sangat penting, hanya saja berbeda zaman dan cara dalam perjuangan tersebut. Pahlawan zaman dahulu lebih berfokus pada perjuangan untuk merubah nasib bangsa. Sedangkan, pahlawan zaman sekarang atau yang biasanya disebut influencer lebih berfokus untuk mengembangkan  dan membentuk karakter dan pola pikir bangsa lewat konten-konten atau berbagai hal yang dibagikannya melalui sosial media. Keduanya tentu berpengaruh dan memiliki peran yang penting untuk perkembangan zaman, hanya saja dengan cara yang berbeda. Pertanyaan tentang siapa yang lebih berpengaruh antara pahlawan modern dan influencer mungkin tidak tepat untuk dijawab secara hitam putih. Keduanya memiliki peran dan dampak yang berbeda dalam masyarakat modern. Yang lebih penting adalah bagaimana kedua kelompok ini bisa saling melengkapi untuk menciptakan perubahan positif yang lebih besar.

Influencer dengan jangkauan luas mereka bisa menjadi corong yang ampuh untuk menyuarakan perjuangan para pahlawan modern. Sebaliknya, pahlawan modern bisa memberikan substansi dan kredibilitas pada konten yang dibagikan para influencer. Ketika keduanya berkolaborasi, dampak positif yang dihasilkan bisa jauh lebih besar dan berkelanjutan. Yang perlu kita dorong adalah bagaimana menciptakan sinergi antara keduanya, sehingga popularitas dan jangkauan influencer bisa dimanfaatkan untuk memperkuat dan memperluas dampak positif yang sudah diciptakan oleh para pahlawan modern.

 

Daftar Pustaka

Jurnal Teknologi dan Informasi Bisnis ISSN : 2655-8238. 2021. Fenomena Penyebaran Hoax dan Hate Speech pada Media Sosial. https://media.neliti.com/media/publications/439613-none-8ffdcbf8.pdf (Diakses: Senin,  10 Januari 2025, pukul 09.36)

PGSD BINUS. 2023, Pengaruh Influencer Media Sosial: Bagaimana Mereka Membentuk Budaya Kita. https://pgsd.binus.ac.id/2023/03/11/pengaruh-influencer-media-sosial-bagaimana-mereka-membentuk-budaya-kita/ (Diakses: Senin, 10 Januari 2025, pukul 09.42)

Prayitno, Ari, Niken. 2019. 6 Kasus Kontroversial Selebgram yang Sempat Heboh di Indonesia. https://www.popbela.com/career/inspiration/niken-ari/kasus-kontroversial-selebgram?page=all  (Diakses: Senin,  10 Januari 2025, pukul 09.39)

 

Tim:

Andre Bernando (01)

Kornelia Jocelyn Chriztavelly (21)

Vincent Salim (31)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sunset di Kalimantan

Sekolah Tanpa PR: Efektif atau Mengurangi Disiplin Belajar?

Belajar dari Masa Lalu: Apakah Sejarah Masih Relevan untuk Generasi Masa Sekarang?