Suara Remaja dalam Demokrasi: Seberapa Penting Partisipasi Anak Muda?

 

Demokrasi merupakan bentuk atau sistem yang dianut oleh pemerintahan dimana kekuasaan politik tertinggi berada di tangan rakyat, begitulah pandangan seorang filsuf terkenal berkebangsaan Yunani, Aristoteles, terhadap sistem demokrasi. Aristoteles juga berpendapat bahwa dalam demokrasi, setiap warga negara memiliki hak yang sama dalam pengambilan keputusan politik. Tentunya hal ini mengartikan bahwa demokrasi adalah bentuk partisipasi berupa suara rakyat terhadap pemerintahan demi kemajuan dan kesejahteraan bersama, yang dimana suara ini tidak memandang umur, dari tua hingga anak muda. Sistem demokrasi ini lahir dan berkembang dari Athena, Yunani, hingga Indonesia pada saat ini.

Dalam sejarah demokrasi Indonesia, partisipasi rakyat banyak diisi oleh orang tua dan terkhusus anak-anak muda. Partisipasi anak muda di dunia perpolitikan Indonesia tidak main-main. Mulai dari para mahasiswa yang banyak berpartisipasi dalam banyak forum, hingga peranannya dalam demonstrasi yang bertujuan menegakkan keadilan yang tidak diperhatikan. Anak-anak muda merupakan aset yang berharga untuk negara. Kehadiran mereka adalah udara sejuk bagi perpolitikan di Indonesia.

 Dalam sistem demokrasi, partisipasi masyarakat sangat penting untuk memastikan bahwa suara semua kelompok, termasuk generasi muda, terdengar dan diperhitungkan. Anak muda, yang sering kali dianggap sebagai penerus bangsa, memiliki peran yang sangat krusial dalam membentuk arah masa depan. Menurut situs kompasiana, “Keterlibatan anak muda dalam dunia politik memiliki efek yang besar. Pertama, mereka membawa sudut pandang baru yang segar dan kreatif. Kedua, banyak yang akan peduli pada lingkungan sekitar.”

Situasi politik pada akhir-akhir ini menunjukkan adanya gerakan anak muda terhadap perpolitikan di Indonesia.  Terkhusus, sistem demokrasi yang ada di Indonesia. Semua suara yang dikeluarkan oleh anak muda adalah bentuk pola pikir kritis yang sangat penting dan dibutuhkan saat ini. Maraknya kesadaran akan politik menunjukkan bahwa politik di Indonesia berjalan dengan penuh arah, menuju masa depan yang dinanti-nantikan.

Pemikiran maju yang dikeluarkan oleh anak muda lebih berguna. Hal ini disebabkan oleh pemikiran mereka yang berfokus pada situasi sekitar yang dulunya tidak terlalu diperhatikan. Misalnya, mereka lebih peduli terhadap isu-isu seperti perubahan iklim, dan hak asasi manusia. Anak muda lebih cenderung untuk memperjuangkan kebijakan yang berfokus pada kesejahteraan jangka panjang, seperti pendidikan yang lebih baik, pekerjaan yang layak, dan akses terhadap teknologi. Mereka tahu bahwa hal-hal ini akan krusial dan berdampak tidak hanya untuk dirinya sendiri tapi untuk generasi berikutnya.

Namun, meskipun suara mereka sangat penting, partisipasi politik anak muda masih sering diabaikan atau kurang dihargai. Banyak yang beranggapan bahwa anak muda tidak penting masuk ke dalam politik, yang cocok hanyalah bagi mereka yang tua-tua saja. Hal ini berarti anak muda dipandang tak memiliki pengalaman lebih. Selain itu, adapula pemikiran bahwa anak muda berpotensi menggantikan atau mengalih pekerjaan para pelaku politik yang egois, membuat anak muda semakin dipojokkan. Hal ini demi keuntungan para pelaku politik. Padahal, anak muda memiliki potensi yang lebih besar, hal ini dikarenakan pemikiran mereka yang segar dan adaptasi mereka pada peradaban teknologi canggih saat ini.

Kepedulian anak muda pada politik juga tidak main-main, berdasarkan artikel dari LM Psikologi UGM, mengenai partisipasi anak muda dalam pemilu 2024 kemarin, menunjukkan bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) 2024 didominasi oleh generasi Z dan milenial dengan proporsi 55% dari total pemilih. Tetapi, jika dibandingkan dengan data pemilu 2019 lalu, pada artikel yang diterbitkan CNN Indonesia, ‘Setelah diakumulasi, jumlah pemilih milenial yang merasa tidak perlu datang ke TPS berada di atas 40 persen.” Artikel ini mengartikan bahwa pada 2019 lalu, anak muda belum terlalu peduli terhadap politik dan cenderung apatis. Sehingga,  dalam kurun waktu 5 tahun, anak muda semakin peduli terhadap politik dan mulai berdemokrasi.

Keunggulan anak muda tidak hanya pada pemikirannya saja, namun pada tindakannya. Berdasarkan dari Liputan6.com, terdapat aksi mahasiswa yang melakukan demonstrasi besar-besaran pada gedung DPRD kota Sukabumi, meminta harga beras turun. Hal ini menunjukkan kepedulian mereka terhadap sekitarnya dengan melakukan demonstrasi besar-besaran agar suara mereka dapat didengar dan masalah yang mereka fokuskan dapat dituntaskan.

 

 

 

Daftar Pustaka

Anonim. 2024. Pentingnya Generasi Remaja Belajar Politik  https://aclc.kpk.go.id/aksi-informasi/Eksplorasi/20240227-pentingnya-generasi-remaja-belajar-politik (Diakses: Jumat, 7 Februari 2025. Pukul 08:57)

CNN Indonesia. 2019. Survei Pemilu Milenial Golput Diprediksi Di Atas 40 Persen https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190404174723-32-383507/survei-pemilu-milenial-golput-diprediksi-di-atas-40-persen (Diakses: Selasa, 11 Februari 2025. Pukul 09:12)

Fira Syahrin. 2024. Mahasiswa Geruduk Gedung-Gedung DPRD Kota Sukabumi Minta Harga Beras Turun https://www.liputan6.com/regional/read/5545291/mahasiswa-geruduk-gedung-dprd-kota-sukabumi-minta-harga-beras-turun?page=2 (Diakses: Selasa, 11 Februari 2025. Pukul 09:39)

Prayogi Adipratama.  2024. Keterlibatan Remaja Dalam Politik Suara Generasi Muda Di Panggung Demokrasi https://www.kompasiana.com/prayogiadipratama2851/67447edbc925c42a79638822/keterlibatan-remaja-dalam-politik-suara-generasi-muda-di-panggung-demokrasi (Diakses: Jumat, 7 Februari 2025. Pukul 09:03)

Retia Kartika Dewi. 2023. Mengapa Anak Muda Harus Berpartisipasi Dalam Demokrasi? https://search.app/BySF2wSqjP4KN3BL6 (Diakses: Jumat, 7 Februari 2025. Pukul 09:17)

Santo. 2024. Peran Pemuda Dalam Mendorong Partisipasi Politik Di Era Digital https://pemerintahan.uma.ac.id/2024/07/peran-pemuda-dalam-mendorong-partisipasi-politik-di-era-digital/ (Diakses: Jumat, 7 Februari 2025. Pukul 09:45)

Syahrial Fauzi. 2024. Demokrasi Adalah: Pengertian, Sejarah, Ciri-Ciri dan Prinsip Dasarnya https://anjirmuara.baritokualakab.go.id/demokrasi-adalah/#:~:text=Aristoteles,sama%20dalam%20pengambilan%20keputusan%20politik (Diakses: Jumat, 7 Februari 2025. Pukul 08:45)

 

Pembimbing: Rolah Sri Rejeki Situmorang, M.Pd.

Tim:

Nayla Lestari (21)

Pelagia Anggi (23)

William Alexander (32)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sunset di Kalimantan

Sekolah Tanpa PR: Efektif atau Mengurangi Disiplin Belajar?

Belajar dari Masa Lalu: Apakah Sejarah Masih Relevan untuk Generasi Masa Sekarang?