Mencintai Diri Sendiri: Self Love atau Excuse untuk Malas Berusaha?
Pernahkah kamu
berpikir tentang apa makna sebenarnya dari kata self love? Dewasa ini,
rasanya kita cukup sering mendengar istilah tersebut dalam kehidupan
sehari-hari. Apakah self love benar-benar dimaksudkan sebagai cara
menyayangi dan mengapresiasi diri kita? Ataukah kalian berpikir bahwa mencintai
diri sendiri berarti bisa menyerah untuk berusaha dan menjadikannya alasan
untuk merasa cukup dengan keadaan saat ini. Dalam artikel ini, kita akan
berbicara mengenai hubungan antara self love dan excuse untuk
malas berusaha serta cara menerapkan self love dalam kehidupan
sehari-hari.
Isu yang sedang menjadi obrolan masyarakat
pada zaman modern ini yang aktif menggunakan sosial media adalah isu-isu
sosial, satu diantaranya seperti self love. Mengutip dari siloamhospitals.com
(2025), “Self love adalah sebuah perilaku positif berupa menerima
dan menghormati diri sendiri. Self love sangat berkaitan dengan
kesehatan mental karena dilakukan dengan melihat, memikirkan, serta
memperlakukan diri sendiri sebaik mungkin. Karena itu, perilaku ini turut
mendorong seseorang untuk memiliki pandangan positif sebagai bentuk penerimaan
diri.” Kesehatan mental yang buruk dapat menyebabkan berbagai gangguan pada
tubuh, baik secara emosional ataupun mengganggu fungsi fisik tubuh, maka dengan
menerapkan self love dapat membuat seseorang lebih mudah untuk berpikir
positif, sebab tanpa disadari dengan menjaga kesehatan mental seringkali
berdampak pada kesehatan fisik yang baik. Dikutip dari siloamhospitals.com
(2025), “Contoh sederhana self love seperti tidak berlarut-larut dengan
rasa kecewa ketika mengalami kegagalan atau penolakan, percaya dengan kemampuan
diri sendiri, memiliki pikiran positif terhadap diri sendiri, serta mau
menerima segala kelebihan dan kekurangan diri.”
Menerapkan self love itu sebenarnya bergantung pada diri sendiri, apakah kita menerapkannya dengan tujuan yang baik atau buruk karena self love pada dasarnya tidak boleh sampai merugikan diri sendiri atau bahkan orang lain. Bila kita melakukannya, bisa jadi sebenarnya kita bukan sedang mencoba mencintai diri sendiri, justru sedang melakukan kompensasi yang berlebihan dalam menerima diri sendiri. Biasanya, antara terjadi self-obsessed (terobsesi dengan diri sendiri) atau self-denial (mengabaikan kekurangan dalam diri). Jika kita telah mengalami salah satu dari kedua hal tersebut, maka itu akan sangat berdampak bagi keseimbangan hidup. Kedua kondisi ini dapat membuat kitamerasakan konflik internal antara keinginan untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri atau kebutuhan untuk memenuhi ekspetasi orang lain. Selain menimbulkan konflik internal, kedua kondisi ini dapat membuat kita merasa kehilangan identitas karena merasa hidupnya harus sesuai dengan kehidupan yang orang lain inginkan.
Meskipun self-love
dianggap sebagai landasan yang kuat untuk meraih kebahagiaan dan kesejahteraan,
namun juga dapat menimbulkan kontroversi dan perdebatan di kalangan masyarakat.
Banyak orang setuju dengan istilah self love, namun tak sedikit orang
yang merasa ada tujuan tersembunyi dari istilah tersebut. “Self love became
selfish” itu kata orang-orang yang kurang setuju dengan hal tersebut. Mereka
merasa hal tersebut justru dapat menghambat diri untuk berusaha karena rasa
terlalu memanjakan dan mementingkan diri sendiri sehingga membuat kita terlalu
fokus pada diri sendiri sehingga melupakan kebutuhan dan perasaan orang lain. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan hubungan kita dengan orang lain.
Mereka juga menganggap self love merupakan perilaku yang dapat menahan
dan mencegah diri untuk berkembang meraih tujuan hidup. Dikutip dari sonora.id
(2021) "Contoh paling sederhana adalah rasa malas yang membuat kita
terus menunda pekerjaan, namun berdalih istirahat untuk menjaga kesehatan
mental agar tidak burnout. Burnout biasanya dialami oleh
seseorang yang bekerja terlalu berlebihan sehingga membuat mereka jadi
kelelahan fisik dan emosional, lain halnya dengan menumpuk dan menunda
pekerjaan. Jika sudah menyerah duluan padahal belum mencapai batas maksimal
kemampuan, bagaimana kita bisa mengetahui sejauh apa kualitas diri kita sudah
berkembang?"
Di balik gempuran kontra terhadap self love, banyak orang meyakini tidak ada salahnya menerapkan hal tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Self love dapat menjadi dasar bagi kita untuk menerima diri sendiri apa adanya. Ketika self love diterapkan dengan baik, maka kepuasan dalam hidup akan meningkat. Ini bisa terjadi karena kita memprioritaskan diri sendiri dan merasa memiliki kontrol terhadap diri sepenuhnya. Kepuasan dalam hidup tersebut tentu dapat menambah kebahagiaan sehingga menumbuhkan rasa percaya diri dan harga diri yang tinggi. Hal ini dikarenakan kita dapat menerima dan menghargai diri sendiri tanpa mencoba untuk menjadi orang lain dan menerima kekurangan sehingga dapat lebih fokus pada kelebihan yang dimiliki.
Saat kita menerapkan self
love, rasanya tentu ingin memberikan yang terbaik bagi diri sendiri,
termasuk dalam hal kesehatan. Pada akhirnya, self love akan memotivasi
diri kita untuk menjalani hidup yang lebih sehat. Misalnya saja, kita lebih
memilih mengkonsumsi makanan sehat kaya nutrisi, berolahraga demi kebugaran
tubuh, serta menghindari gaya hidup yang tidak sehat. Mencintai dan memahami
orang lain akan mudah dilakukan jika kita dapat mencintai diri kita sendiri.
Self love juga sangat membantu dalam mengungkapkan setiap perasaan yang muncul
karena adanya rasa percaya diri yang kuat.
Mengucapkan self love tentu
lebih mudah daripada melakukannya. Dikutip dari halodoc.com (2024),
"Beberapa cara yang dapat kita lakukan seperti mendapatkan tidur malam
yang nyenyak dan berkualitas, olahraga atau aktif secara fisik, mengonsumsi
makanan dan minuman sehat kaya nutrisi, tetapkan batasan dengan belajar
mengatakan ‘tidak’." Ingat, bukanlah hal yang egois jika kamu
memprioritaskan diri sendiri dan bukan merupakan hal yang buruk jika kamu
mengatakan ‘tidak’ pada seseorang. Mulailah berhenti membandingkan diri sendiri
dengan orang lain, hal tersebut justru menempatkan diri kita pada rasa rendah
diri.
Pada akhirnya, penerapan self
love yang benar bergantung pada diri kita masing-masing. Akan lebih baik
jika kita mencintai diri sendiri dengan tulus dan bukan menyerah pada impian
atau malah menjadi malas untuk berusaha. Self love justru dapat membantu
untuk mengenali diri kita lebih jauh serta memberi ruang untuk tumbuh menjadi
pribadi yang lebih baik tanpa tekanan dari orang lain.
Daftar
Pustaka
Fadli, Rizal. 2024.
Mengenal Arti Self-Love, Manfaat dan Cara Menerapkannya.
https://www.halodoc.com/artikel/mengenal-arti-self-love-manfaat-dan-cara-
menerapkannya (Diakses pada: Sabtu, 8 Februari 2025 : pukul 09.45 WIB)
Hospitals, Siloam,
Medis, Tim. 2023. Mengenal Self-Love, Cara Mencintai Diri agar Lebih Bahagia.
https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/apa-itu-self-love(Diakses pada : Sabtu, 8 Februari 2024 : pukul 09.30)
Nurinda, Debbyani.
2021. Self-Sabotage Berkedok Self-Love, Alasan Kenapa Kamu Sulit Berkembang.
https://www.sonora.id/read/423060739/self-sabotage-berkedok-self-love-alasan-kenapa-kamu-sulit-berkembang (Diakses pada : Sabtu 8 Februari 2025 : pukul 09:45 WIB)
Tim:
1. Felisia Wijaya (12)
2. Kristian Kardiata
(21)
3. Maria Gracia (22)
4. Yohanes Antonio (35)
Komentar
Posting Komentar