Kecerdasan Buatan: Ancaman atau Peluang Bagi Masa Depan Pekerjaan?
Kecerdasan
buatan adalah teknologi yang memiliki kemampuan pemecahan masalah layaknya
manusia. Kecerdasan buatan atau yang dikenal sebagai AI sudah tidak
asing didengar oleh masyarakat pada abad-21. Dilansir dari Wikipedia,
"Akal Imitasi, kecerdasan buatan atau kecerdasan artifisial (disingkat AI,
bahasa Inggris; artificial intelligence) adalah kecerdasan yang
ditambahkan kepada suatu sistem yang bisa diatur dalam konteks ilmiah, AI
juga didefinisikan sebagai kecerdasan entitas ilmiah. Teknologi kecerdasan buatan
di Indonesia semakin berkembang dan mulai diterapkan dalam berbagai bidang
pekerjaan. Kecerdasan buatan merupakan inovasi teknologi terbaru yang
menjanjikan perubahan transformatif di seluruh bidang kehidupan. Banyak bidang pekerjaan
yang dapat dibantu oleh kecerdasan buatan.
Dalam
dunia kerja, kecerdasan buatan membantu manusia dengan menggantikan beberapa
tugas manual, serta menciptakan peluang kerja di bidang teknologi. Meski
memberikan banyak manfaat, perkembangan kecerdasan buatan juga menghadapi
banyak tantangan. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara pemerintah,
perusahaan, institusi pendidikan, serta masyarakat agar kecerdasan buatan dapat
memberikan manfaat yang positif bagi
masyarakat.
Saat
ini, Kecerdasan buatan membantu manusia di berbagai aspek baik dalam kehidupan
sehari-hari maupun dalam pekerjaan. Dengan kemampuannya dalam mengolah data dan
memberikan solusi secara cepat, kecerdasan buatan menjadi alat yang dapat mempermudah banyak
aktivitas. Aplikasi dan sistem berbasis kecerdasan buatan terus bermunculan
dengan menawarkan kemudahan dalam berbagai bidang, mulai dari bisnis,
pendidikan, hingga hiburan. Kini, kecerdasan buatan memiliki pengaruh besar
dalam sektor penting dalam kehidupan yaitu, sektor pekerjaan.
Munculnya
kecerdasan buatan juga memberikan peluang baru dalam cara manusia bekerja dan
berinteraksi dengan teknologi. Penggunaan kecerdasan buatan semakin meluas,
tidak hanya di perusahaan besar, tetapi juga di kalangan individu yang
memanfaatkan teknologi ini untuk keperluan kerja pribadi. Kemajuan ini membawa
perubahan yang terus berkembang, menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat yang
semakin beragam. Meskipun kecerdasan buatan menawarkan banyak manfaat tapi,
masih banyak tantangan dalam penggunaannya, seperti adaptasi terhadap teknologi dan keseimbangan
antara otomatisasi oleh penggunanya. Oleh karena itu perlu setiap individu
untuk memahami bagaimana kecerdasan buatan dapat digunakan secara optimal agar
terus relevan pada era digital yang terus berkembang.
Kecerdasan
buatan merupakan peluang apabila bisa diimbangi dengan sumber daya manusia yang
baik, sehingga bisa menjadi masa depan para pekerja saat ini. Banyak pekerja
yang pekerjaannya hilang karena munculnya kecerdasan buatan yang tidak
diimbangi dengan sumber daya manusia yang cukup. Pada jaman ini manusia hidup
tidak lepas dari kecerdasan buatan yang membantu keseharian mereka. Tanpa
mereka sadari, sedikit demi sedikit nilai fungsi manusia pun mulai tergantikan
oleh kecerdasan buatan. Akibatnya mulai muncul banyak dampak negatif dari
kecerdasan buatan bagi manusia
Secara
umum, kecerdasan buatan telah mempengaruhi banyak aspek dalam kehidupan kita
setiap harinya. Namun, pengaruh-pengaruh yang diberikan belum tentu positif
apabila dilihat dari sudut pandang yang berbeda. Apabila dilihat dari sudut
pandang para pekerja, kecerdasan buatan dapat dikatakan ancaman bagi pekerja.
Hal ini dapat kita ambil contoh dari situs seo.ai. Dilansir dari seo.ai,
"Pada bulan Mei 2023, 3.900 hilangnya pekerjaan di AS terkait langsung
dengan AI." Dari sini dapat dilihat bahwa kecerdasan buatan ini
merupakan ancaman bagi para pekerja saat ini. Banyak sekali pekerja yang
kehilangan pekerjaannya karena tergantikan oleh kecerdasan buatan. Hal ini
dapat terlihat langsung oleh para pekerja. Banyak hal yang dapat dijadikan
contoh, seperti teller bank yang kini banyak digantikan oleh mesin ATM
sehingga jumlah lapangan pekerjaan mengecil dan dapat meningkatkan angka
pengangguran.
Kecerdasan
buatan merupakan ancaman bagi para pekerja juga dapat dilihat dari sisi lain.
Selain mengurangi jumlah lapangan pekerjaan bagi para pekerja saat ini,
kecerdasan buatan juga dapat menurunkan upah para pekerja. Dilansir dari seo.ai,
"AI dan otomatisasi awal telah menurunkan upah hingga 70% sejak
1980." Hal ini menunjukkan ancaman lain selain mengambil lapangan
pekerjaan. Upah yang menurun ini terjadi karena ulah kecerdasan buatan yang
membantu manusia dalam mengerjakan pekerjaannya. Hal ini terjadi karena pola
pikir maju yang dimiliki oleh para atasan membuat para atasan berpikir bahwa
pekerjaan yang dibantu kecerdasan buatan ini membuat para pekerja memiliki
pekerjaan yang lebih ringan. Sehingga, mereka berpikir untuk menurunkan upah
mereka untuk memasukkan investasi yang lebih besar pada kecerdasan buatan yang
lebih canggih.
Di
satu sisi, kecerdasan buatan juga dapat menjadi peluang yang baik bagi masa
depan pekerjaan manusia. Meskipun kecerdasan buatan mulai menggantikan
pekerjaan manusia, namun masih banyak hal positif dari kecerdasan buatan yang
dapat dimanfaatkan oleh manusia demi masa depan pekerjaan yang lebih baik.
Kecerdasan buatan ini bisa mendatangkan banyak hal positif bagi manusia apabila
dapat dimanfaatkan dengan maksimal.
Kecerdasan
buatan dapat membantu pekerjaan manusia baik di lingkungan rumah tangga dan di
lingkungan tempat kerja. Dilansir dari seo.ai, "81% pekerja
kantoran menganggap AI meningkatkan kinerja pekerjaan mereka." Hal
ini membuktikan satu diantara beberapa dampak positif kecerdasan buatan bagi
pekerjaan manusia. Kecerdasan buatan hadir untuk membantu keseharian manusia
demi masa depan yang lebih baik. Banyak pekerjaan yang kini memanfaatkan
kecerdasan buatan supaya pekerjaan mereka lebih mudah. Mulai dari pekerjaan yang memanfaatkan
kecerdasan buatan dalam bentuk pengolahan data dan pemrograman, hingga
pekerjaan-pekerjaan yang lebih kompleks dan memerlukan bantuan kecerdasan
buatan.
Kecerdasan
buatan juga dapat memberikan kita banyak peluang pekerjaan baru. Dilansir dari goodnewsfromIndinesia,
"Beberapa profesi yang berkaitan dengan AI memang sedang populer.
Ditambah, kemunculan beberapa platform AI yang menggemparkan dunia maya,
seperti ChatGPT. Hal ini membuat banyak perusahaan membuka lowongan
kerja untuk mengembangkan AI di aplikasi miliknya." Dari sana dapat
dibuktikan bahwa kecerdasan buatan yang hadir juga menambah jumlah dan jenis
lapangan pekerjaan yang ada. Kecerdasan buatan ini biasanya hanya kurang dapat
dimanfaatkan oleh manusia sehingga manusia hanya dapat melihat dampak negatif
yang diberikan oleh kecerdasan buatan.
Kecerdasan
buatan merupakan sarana yang dapat mempermudah kehidupan manusia. Sebagai media
bantuan dalam hidup manusia, kecerdasan buatan akan terus berkembang tanpa
henti. Kita semua diharapkan dapat memanfaatkan kecerdasan buatan dengan
maksimal, sehingga tidak hanya dampak negatifnya saja yang terasa, melainkan
dampak positifnya juga. Hal ini bisa kita laksanakan dengan mengikuti
perkembangan kecerdasan buatan dengan mempersiapkan sumber daya yang memadai.
Apabila manusia dapat memanfaatkan kecerdasan buatan secara maksimal,
setidaknya dampak negatif yang ditimbulkan dari kecerdasan buatan dapat
berkurang dan ketakutan akan pekerjaan yang tergantikan akan berkurang.
DAFTAR PUSTAKA
SEO.AI’s
Content Team. (2024, Desember 07). AI Replacing Jobs Statistics: The Impact on
Employment in 2025 : https://seo.ai/blog/ai-replacing-jobs-statistics, diakses
: 07 Februari 2025
Anonim.
(2025, Februari 06). Akal imitasi : https://id.wikipedia.org/wiki/Akal_imitasi,
diakses :07 Februari 2025
Adzhar
Rachmat Ramadhan. (2023, Mei 15). 7 Profesi Baru Setelah Kemunculan Tren AI,
Apa saja?
https://www.goodnewsfromindonesia.id/2023/05/15/profesi-baru-ai, diakses
: 07 Februari 2025
Pembimbing:
Rolah Sri Rejeki Situmorang, M.Pd.
Tim:
Ericca Margaretha B. (08)
Fahrent Chiady (09)
Nicholas
Sebastian (22)
Komentar
Posting Komentar