Hidup untuk Bekerja atau Bekerja untuk Hidup? Pandangan Generasi Muda
Kondisi
dunia yang semakin canggih dan kompetitif saat ini, membuat banyak dari kita
generasi muda yang bertanya-tanya mengenai makna kehidupan. Apakah hidup ini
benar-benar hanya tentang bekerja? Apakah tujuan kita hidup adalah untuk
bekerja? Atau, apakah kita harus bekerja untuk mendapatkan kehidupan yang layak
dan penuh dengan kebahagiaan? Dewasa ini, banyak yang salah mengartikan makna
kehidupan. Banyak yang mengira bahwa kita hidup untuk bekerja, dan berambisi
untuk memiliki pekerjaan yang besar, dan sedikit yang paham, bahwa kita bekerja
agar dapat memiliki kehidupan yang kita inginkan.
Memiliki
pekerjaan dan penghasilan sendiri tentu saja menjadi impian setiap orang.
Tetapi, banyak yang tidak tahu, bahwa tujuan kita untuk hidup bukan hanya
bekerja. Kita harus mengetahui, bahwa sebenarnya, kehidupan ini bukan hanya
tentang pekerjaan saja, tetapi juga tentang sosial, kekeluargaan, dan juga
cinta. Pekerjaan dianggap sebagai hal yang paling utama dalam kehidupan, karena
tanpa pekerjaan kita tidak dapat memiliki uang untuk bertahan hidup. Walau
demikian, kita juga tidak harus hidup untuk bekerja.
Bekerja
untuk hidup atau hidup untuk bekerja merupakan dua prinsip berbeda yang
dipegang oleh orang-orang. Bagi orang yang memiliki ambisi yang besar dalam
bekerja, mereka akan memegang prinsip hidup untuk bekerja. Sedangkan bagi orang
yang memiliki tekanan dari keluarga,
atau generasi sandwich biasanya akan memegang prinsip bekerja untuk hidup, yang
penting mereka mendapatkan pekerjaan dan tetap hidup.
Generasi
muda, terutama Generasi Milenial dan Generasi Z memiliki perspektif yang
berbeda tentang dunia kerja dibandingkan generasi sebelumnya. Generasi muda
sekarang memandang pekerjaan sebagai sarana pengembangan diri dan untuk
memenuhi kebutuhan pribadi. Mereka juga ingin menjadi bagian dari komunitas
sosial yang ramah dan menyenangkan. Banyak dari generasi muda yang tidak ingin
pekerjaan yang susah. Mereka cenderung memilih pekerjaan yang fleksibel, mudah,
tidak melelahkan, dan sesuai dengan passion mereka.
Hal ini
menunjukkan bahwa generasi muda saat ini lebih memprioritaskan kebahagiaan dan
kesejahteraan pribadi daripada sekadar mengejar status atau kekayaan. Mereka
memahami bahwa hidup bukan hanya tentang bekerja, tetapi juga tentang menikmati
waktu bersama keluarga, teman, dan mengejar passion mereka di luar pekerjaan
”Hidup
untuk Bekerja atau Bekerja untuk Hidup” biasa menjadi prinsip atau motivasi
orang yang telah memiliki pekerjaan. Bekerja tentu menjadi hal yang kita
butuhkan agar dapat hidup pada zaman ini. Dengan bekerja, kita bisa mendapatkan
uang, memenuhi kebutuhan pokok, dan juga membeli barang-barang baru yang bagus.
Dilansir dari binus.ac.id, pada dasarnya, manusia bekerja untuk memenuhi
kebutuhan hidup. Kedua prinsip dalam bekerja memiliki makna yang berbeda,
tergantung pada kebutuhan dan pandangan tiap orang. Bagi orang yang menyukai
bekerja dengan istirahat yang cukup, akan menggunakan prinsip Bekerja untuk
Hidup. Sebaliknya, orang yang memiliki ambisi tinggi terhadap pekerjaan, dan
juga memiliki tekanan yang tinggi seringkali menggunakan prinsip Hidup untuk
Bekerja.
Pandangan
generasi muda terhadap pekerjaan saat ini, tentu berbeda dengan generasi
sebelumnya. Generasi muda saat ini, khususnya pada Generasi Z, lebih banyak
yang mementingkan Keseimbangan dalam bekerja dan hidup. Hal ini dapat kita
lihat dari kompasiana.com (2024), yang mengatakan bahwa Gen Z memilih
untuk bekerja di tempat kecil karena memiliki waktu yang fleksibel, dan dapat
mengembangkan bakatnya, daripada harus
bekerja di tempat besar, tetapi memiliki tekanan. Hal ini dapat terjadi
karena generasi saat ini memahami betapa pentingnya keseimbangan dalam bekerja,
dan pentingnya kesehatan mental saat bekerja.
Generasi
Muda saat ini memahami bahwa hidup bukan hanya tentang pekerjaan, tapi juga
mengenai menjalin hubungan yang berarti, seperti keluarga, pasangan, dan
sahabat. Mereka percaya bahwa kebahagiaan tidak hanya dari gaji yang banyak dan
status karir yang tinggi, tetapi juga dari hubungan dengan orang lain yang
bermakna dalam kehidupan untuk memperoleh kenangan yang tidak terlupakan.
Prinsip generasi muda saat ini mengenai bekerja untuk hidup juga didukung oleh
binus.ac.id yang mengatakan, pada dasarnya, manusia bekerja untuk memenuhi
kebutuhan hidup.
Berbeda
dengan generasi muda yang memilih bekerja untuk hidup, generasi yang lebih tua
biasanya akan lebih memilih hidup untuk bekerja. Hal tersebut dikarenakan
tanggung jawab yang diembannya. Sebagian besar orang yang termasuk ke generasi
tua telah membangun kehidupan berkeluarga dan memiliki anak. Sehingga tanggung
jawab yang mereka miliki akan lebih berat ketimbang generasi muda saat ini.
Mereka harus memikirkan tentang berbagai biaya finansial untuk hidup dan untuk
menghidupi keluarga mereka.
Menurut
artikel dari Psikologi UI (2023), setiap orang akan melewati berbagai
fase karier dalam hidupnya. Dalam setiap fase ini, soft skill memainkan
peran krusial untuk meningkatkan kualitas karier dan kehidupan secara
keseluruhan. Dijelaskan bahwa, orang berusia 14-24 tahun masih mengalami masa
explorasi dalam pekerjaannya, yang berarti, orang tersebut masih mencoba untuk
mencari lebih jauh tentang dunia pekerjaan, dan mencocokkan pekerjaan yang
sesuai dengan dirinya. Hal ini menyatakan bahwa usia 14-24 tahun masih
menggunakan prinsip Bekerja untuk Hidup, karena tidah terlalu ketat dengan
pekerjaannya. Selanjutnya, dijelaskan juga orang berusia 24-44 tahun banyak
yang lebih ketat dengan pekerjaannya, dan mulai mengamankan diri dalam berbagai
posisi. Hal ini dapat menyatakan bahwa orang dengan usia 24-44 tahun akan
strict dengan pekerjaannya, dan mulai menerapkan prinsip Hidup untuk Bekerja.
Lepas dari usia tersebut, biasanya orang dengan usia 45-65 tahun akan jauh
lebih strict dibandingkan usia sebelumnya, dan akan terus menerus bekerja untuk
mempertahankan posisi yang telah didapatkannya. Hal ini dapat menunjukkan bahwa
orang dengan usia 45-65 tahun sudah menerapkan prinsip Hidup untuk Bekerja.
Pertanyaan
"Hidup untuk Bekerja atau Bekerja untuk Hidup" menandakan dua
perspektif yang berbeda tentang makna dan tujuan bekerja dalam kehidupan. Bagi
beberapa orang, bekerja adalah tujuan utama hidup, sedangkan untuk yang lain,
bekerja hanyalah sarana untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Generasi
muda, terutama Generasi Milenial dan Generasi Z, lebih memilih prinsip
"bekerja untuk hidup" dengan menekankan keseimbangan antara karir dan
kehidupan pribadi. Mereka lebih memprioritaskan kebahagiaan, kesehatan mental,
dan pengembangan diri daripada sekadar mengejar status atau kekayaan.
Di sisi
lain, generasi yang lebih tua, terutama mereka yang memiliki tanggung jawab
finansial besar, lebih memegang prinsip "hidup untuk bekerja" demi
memenuhi kebutuhan keluarga dan memastikan stabilitas hidup. Namun, yang
penting adalah menyadari bahwa hidup bukan hanya tentang pekerjaan. Kebahagiaan
yang sejati juga datang dari hubungan yang bermakna, waktu berkualitas dengan
keluarga dan teman, dan kesempatan untuk mengejar passion di luar pekerjaan
seperti hobi.
Di era
modern yang penuh tantangan dan peluang ini, kunci utamanya adalah menemukan
keseimbangan yang tepat antara bekerja dan hidup. Dengan memahami bahwa
pekerjaan adalah bagian dari kehidupan, bukan satu-satunya tujuan hidup itu
sendiri, kita dapat menciptakan hidup yang lebih bermakna, bahagia, dan
memuaskan.
Daftar Pustaka
Ashari, Noer. 2024. Bekerja
untuk Hidup atau Hidup untuk Bekerja?
https://www.kompasiana.com/noerashari3023/65c70216c57afb1bfd743d73/bekerja-untuk-hidup-atau-hidup-untuk-bekerja. Diakses pada 10 Februari 2025.
Iqbal, Rofiq dkk,. 2023.
Kenali Fase Karier dalam Hidup, Bisa Ditingkatkan dengan Soft Skill. https://edukasi.okezone.com/read/2023/09/14/65/2882984/kenali-fase-karier-dalam
hidup-bisa-ditingkatkan-dengan-soft-skill?page=all. Diakses pada 12 Februari
2025.
Peter, Ramot. 2024. Kerja
untuk Hidup.
https://binus.ac.id/character-building/2022/11/kerja-untuk-hidup/. Diakses pada 10 Februari
2025.
V. M. Adila. 2024. Sikap
Kerja Gen Z: Mengapa Mereka Menjadi Generasi yang Berbeda di Tempat Kerja.
https://www.gramedia.com/best-seller/sikap-kerja-gen-z/?srsltid=AfmBOoqW0zcmVQQOsrCC1mqjUT0SKdSm-eRCHAZjR_8bVpd5yCiIP_5T. Diakses pada 11 Februari 2025.
Pembimbing:
Rolah Sri Rejeki Situmorang, M.Pd.
Tim:
1. Darren Chu (06)
2. Marisya Masniari Nababan (15)
3. Welovin Johan (29)
Komentar
Posting Komentar