Gaya Hidup Zero Waste: Mungkinkah Remaja Dapat Berkontribusi?
Pada zaman yang terbilang semakin
modern saat ini, tentu saja jumlah kebutuhan manusia semakin melimpah. Manusia
terus berinovasi sehingga membuat segala sesuatu menjadi lebih jauh lebih
mudah. Dari produk-produk ini tentu saja tetap meninggalkan residu atau sampah
setelah produk tersebut tidak digunakan, singkatnya dibuang. Hal ini tentu
saja juga berdampak pada kehidupan makhluk hidup terutama pada lingkungan
habitat mereka.
Sampah sendiri sudah menjadi hal
yang sangat umum di dengar. Sampah sendiri telah menjadi masalah untuk
lingkungan sejak dahulu bahkan sampai saat ini, apalagi karena pertumbuhan
penduduk yang semakin tinggi. Dilansir dari Tempo.co dan CNN
Indonesia, Pada tahun 2024, jumlah penduduk dunia diperkirakan mencapai 8,2
miliar jiwa dan pada tahun 2080-an, jumlah penduduk dunia diperkirakan mencapai
10,3 miliar jiwa. Hal ini tentu sangat berdampak pada kebutuhan konsumen
yang semakin tinggi pula.
Sampah juga terdiri dari berbagai
jenis, ada yang mudah didaur dalam beberapa bulan bahkan hari, namun terdapat
pula yang berabad-abad baru bisa terurai. Sampah yang mudah terurai seperti
sampah organik, bisa menjadi pemanfaatan yang baik untuk manusia sebagai
kompos, biogas, dan pakan ternak. Namun, sampah anorganik yang sulit terurai
membawa dampak yang cukup buruk pada lingkungan. Pasalnya, sampah seperti
plastik, kaleng-kalengan berbahan alumunium, dan limbah kaca, membutuhkan
puluhan hingga ribuan tahun untuk
terurai sepenuhnya. Bayangkan jika limbah yang terus di produksi tersebut
terakumulasi di alam, pastinya dampak yang ditimbulkan tidaklah kecil.
Untuk mengatasi masalah sampah di
lingkungan masyarakat, ada beberapa cara yang dapat dilakukan. Cara tersebut
meliputi pengedukasian masyarakat hingga ke pelosok desa, penyedian fasilitas
pembuangan sampah yang memadai, hukuman tegas bagi pihak yang membuang sampah
sembarangan, dan menerapkan prinsip gaya hidup zero waste. Dari sekian
banyak cara tersebut, prinsip gaya hidup zero waste adalah cara yang
paling ampuh dan mudah dilakukan oleh kita sendiri, sebagai bagian untuk
membantu mengurangi limbah sampah.
Gaya hidup zero waste atau
nol sampah adalah sebuah gaya hidup yang berupaya untuk mengurangi atau bahkan
menghilangkan produksi sampah. Tujuan utama dari gaya hidup ini adalah untuk
meminimalkan dampak negatif sampah terhadap lingkungan, kesehatan manusia, dan
keberlanjutan sumber daya alam. Dalam hal ini, kita sendiri ikut ambil
bagian di dalamnya tanpa perlu bantuan dari instansi-instansi manapun.
Prinsip-prinsip gaya hidup zero
waste berlandaskan pada prinsip 5R, yaitu refuse, reduce, reuse,
recycle, dan rot. Refuse (menolak) merupakan tindakan menghindari
penggunaan produk yang tidak diperlukan, terutama yang sekali pakai dan
menghasilkan sampah. Reduce (mengurangi) seperti namanya merupakan
tindakan mengurangi penggunaan produk yang tidak penting dan menghasilkan
sampah. Reuse (menggunakan kembali) pada prinsipnya memanfaatkan kembali
barang-barang yang masih bisa digunakan untuk tujuan yang sama atau berbeda. Recycle
(mendaur ulang) dengan mengolah sampah menjadi bahan baru yang bermanfaat. Rot
(membusukkan) langkah terakhir yang tak kalah penting dengan mengolah sampah
organik menjadi kompos.
Penerapan gaya hidup zero waste
ini bisa berdampak baik tidak hanya kepada lingkungan saja namun juga kesehatan
kita. Penerapan gaya hidup ini mulai harus diterapkan dari usia dini, dengan
demikian kebiasaan tersebut bisa terus terbawa hingga remaja dan tua nanti. Remaja sendiri
sering dianggap sebagai usia yang kritis dan krusial. Pada rentang usia ini,
individu mengalami berbagai perubahan signifikan, baik secara fisik,
psikologis, maupun sosial. Oleh sebab itu, remaja memiliki peran yang sangat
penting dalam penerapan gaya hidup ini karena mereka merupakan generasi penerus
yang akan merasakan dampak dari masalah sampah di masa depan. Dengan pola pikir
gaya hidup zero waste yang ditanamkan di usia krusial ini, bumi tanpa
adanya sampah bisa saja terwujud.
Gaya hidup zero waste sudah menjadi norma umum yang diikuti oleh berbagai
kalangan, oleh karena itu kontribusi anak muda tentu sangat penting dalam
keberhasilan gaya hidup zero waste
ini. Dengan adanya kontribusi dari anak muda, gaya hidup zero waste bisa terealisasi dengan lebih baik dan efektif.
Ternyata anak muda sudah banyak mulai berkontribusi dalam gaya hidup zero waste ini, terutama anak muda
indonesia yang penuh kreativitas dan aksi nyata, sehingga bisa menjadi patokan
maupun tokoh inspiratif bagi satu sama lain untuk mulai menerapkan gaya hidup
ini. Seperti yang kita ketahui saat ini, banyak anak muda dalam negeri yang
sudah menyuarakan dan menerapkan gaya hidup zero
waste.
Mulai dari melakukan
kampanye-kampanye, memberikan sosialisasi, mengunjungi dan membantu
membersihkan sampah-sampah di beberapa daerah, hingga memberikan konten-konten
edukasi tentang gaya hidup zero waste.
Berbagai cara mereka lakukan untuk mengajak anak-anak, orang tua, dan anak muda
lainnya untuk ikut serta dalam proses menjaga bumi ini. Untuk memberikan
dukungan dan apresiasi kita kepada alam yang sudah memberikan kita banyak hal,
kita bisa mulai dari hal-hal sederhana seperti ini.
Kita bisa mulai dari menggunakan
barang-barang yang dapat dipakai berulang kali, selain menambah kenyamanan dan
menghemat uang, hal ini juga bisa memicu tren yang akan diikuti anak muda
lainnya. Contohnya adalah seperti mulai menggunakan sedotan kaca, pembalut
kain, membawa tempat bekal saat mau membeli makan, membawa botol minum saat
membeli minuman, serta membawa kantong belanja kemana-mana. Di indonesia
sendiri juga, selain masyarakat umum, pemerintah sudah mulai mengeluarkan
regulasi tentang pelarangan penggunaan plastik sekali pakai. Hal ini
membuktikan bahwa kampanye-kampanye serta usaha-usaha anak muda dalam
menyuarakan gaya hidup zero waste membuahkan
hasil yang baik.
Di sisi lain,
dilansir dari unissula.ac.id, anak
remaja cenderung berbelanja bukan berdasarkan kebutuhan melainkan mereka
berbelanja untuk berpenampilan bagus dan dihargai oleh suatu kelompok
sebayanya. Melalui sumber informasi ini, kita dapat melihat bahwa remaja
memiliki sisi yang dapat menghambat kontribusi mereka terhadap gaya hidup zero waste.
Kegiatan berbelanja sendiri sangat identik dengan penggunaan plastik, mulai
dari sebagai pembungkus suatu produk hingga sebagai penyimpan barang belanjaan.
Melalui hal ini, dapat dikatakan bahwa anak remaja sangat berperan besar dalam
penggunaan sampah plastik. Menerapkan gaya hidup zero waste akan sangat sulit untuk diterapkan oleh kalangan remaja.
Saat ini,
memang telah diterapkan larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai, namun
tetap saja masih terdapat toko-toko yang menggunakan kantong plastik. Hal ini
dapat dimaklumi karena harga kantong plastik sekali pakai lebih murah jika
dibandingkan dengan alternatif penggantinya. Oleh karena itu, remaja semakin
sulit untuk menerapkan gaya hidup zero
waste. Pemerintah perlu memberikan solusi yang efektif dalam penggunaan
alternatif kantong plastik sehingga remaja dan bahkan masyarakat dapat lebih
mungkin untuk mewujudkan gaya hidup zero
waste.
Selain
kebiasaan berbelanja remaja yang menjadi faktor tidak bisanya remaja dalam
berkontribusi menerapkan gaya hidup zero waste terdapat pula rasa malas remaja yang cenderung jarang
melakukan aktivitas yang bermanfaat. Salah satu prinsip gaya hidup zero waste adalah membusukan, prinsip
ini berkaitan dengan proses kompos. Remaja cenderung kurang tertarik untuk
melakukan kegiatan ini. Remaja tidak memiliki keinginan untuk mengurangi
penggunaan plastik dan juga tidak ada minat untuk melakukan kegiatan yang dapat
membantu mengurangi limbah organik dengan menjadikannya kompos, hal ini
menunjukan remaja akan sangat sulit untuk berkontribusi menerapkan gaya hidup zero waste.
Sebagai remaja,
kita tentu menyadari keadaan bumi saat ini. Sampah yang bertumpuk dimana-mana,
bencana banjir yang terjadi terus menerus. Hal-hal tersebut seharusnya cukup
menjadi alasan bagi kita untuk mulai memperhatikan bumi dan tidak bersikap acuh
tak acuh, kita bisa membantu memberikan apresiasi dan dukungan terhadap gaya
hidup zero waste. Namun, dalam penerapan gaya hidup zero waste terdapat pro dan kontra
mengenai ketersediaan remaja. Remaja cenderung memiliki perilaku konsumerisme dan malas sehingga membuat mereka sulit
untuk menerapkan gaya hidup zero waste.
Namun, di antara para remaja tersebut terdapat juga beberapa remaja yang telah
berpikiran lebih dewasa serta cenderung peduli dengan lingkungan sekitar.
Walaupun saat ini beberapa remaja terlihat tidak dapat berkontribusi namun,
beberapa remaja lainnya membuktikan hal yang sebaliknya. Oleh karena itu,
remaja sebenarnya sangat mungkin untuk menerapkan gaya hidup zero waste hanya saja, saat ini, remaja
masih perlu waktu serta adaptasi terhadap permasalahan lingkungan sekitar.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim.
https://repository.unissula.ac.id/11441/5/4%20BAB%20I.pdf (Diakses: Jumat, 07 Februari 2025.
Pukul: 09.08)
Anonim. 2024. Apa itu
Zero Waste? Pengertian, Prinsip, Manfaat, dan Strategi Memulai
https://yiari.or.id/zero-waste/ (Diakses: Jumat, 07 Februari 2025.
Pukul: 08.48)
Anonim. 2024. PBB Perkirakan Puncak Populasi Dunia Capai 10,3 Miliar pada 2080
https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20240713163849-199-1120887/pbb-perkirakan-puncak-populasi-dunia-capai-103-miliar-pada-2080 (Diakses: Jumat, 07 Februari 2025.
Pukul: 08.58)
Defitri, Mita. 2023. Pengertian Sampah & Jenis-Jenisnya
https://waste4change.com/blog/sampah-pengertian-jenis-hingga-peraturannya-di-indonesia/ (Diakses: Jumat, 07 Februari 2025.
Pukul: 09.20)
Gina, Fransiska Viola. 2023. Banyak
Digunakan, Berapa Lama Sampah Kantong Plastik Bisa Terurai?
https://bobo.grid.id/amp/083827881/banyak-digunakan-berapa-lama-sampah-kantong-plastik-bisa-terurai (Diakses: Jumat, 07 Februari 2025.
Pukul: 09.27)
NS, Nunung. USIA MENJELANG REMAJA MERUPAKAN MASA TRANSISI YANG KRUSIAL
http://file.upi.edu/Direktori/FPBS/JUR._PEND._BAHASA_ARAB/196205131988032-NUNUNG_NURSYAMSIAH/Makalah/Ahbar.pdf (Diakses: Jumat, 07 Februari 2025.
Pukul: 08.46)
Nusa. 2024. Berapa Jumlah Penduduk Dunia 2024? Ini Informasinya
https://www.tempo.co/politik/berapa-jumlah-penduduk-dunia-2024-ini-informasinya-1167087 (Diakses: Jumat, 07 Februari 2025.
Pukul: 08.50)
Pradita, Nur Fauziyah. 2021. Anak Muda dan
Zero Waste; Dari Perubahan Gaya Hidup Hingga Kebijakan
https://aliansizerowaste.id/2020/09/11/anak-muda-dan-zero-waste-dari-perubahan-gaya-hidup-hingga-kebijakan/ (Diakses: Jumat, 07 Februari 2025.
Pukul: 08.52)
Tim:
1.
Attadipa Liuando (2)
2.
Fansiska Lopes (10)
3.
Fredella Gavrila Matosin (12)
Komentar
Posting Komentar